Daeng Aziz yang dianggap sebagai tokoh Kalijodo ternyata adalah penerus kelompok Daeng Leang, salah satu dari tiga kelompok besar pengelola judi Kalijodo di era 80-90an.

Abdul Aziz

Tokoh Kalijodo

Daeng Aziz, begitu nama beken Abdul Aziz di Kawasan Kalijodo tepi Kali Angke. Pria berusia 60-an ini juga dikenal sebagai "bos" kelompok Bugis yang berdiam di kawasan Kalijodo.

 

Pria asal Janeponto, Sulawesi Selatan ini disorot saat menentang rencang Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama untuk menertibkan kawasan Kalijodo. Daeng Aziz yang dianggap sebagai tokoh Kalijodo ternyata adalah penerus kelompok Daeng Leang, salah satu dari tiga kelompok besar pengelola judi Kalijodo di era 80-90an.

 

Aziz sendiri masuk Kalijodo 1989 karena diajak sepupunya Abdul Kadir Karaeng Ledeng. Pada tahun 1993, Daeng Aziz menggantikan Daeng Leang yang tewas dibunuh kelompok Mandar.

 

Bermula dari memasok bir ke kafe, kemudian Daeng Aziz menjadi sosok penting di Kalijodo. Dia juga berhasil mempertahankan keberlangsungan kelompok Bugis di Kalijodo paskabentrok 2002.

 

Aziz juga disebut sempat menodong Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Krishna Murti yang masih menjadi Kapolsek Penjaringan sewaktu bentrokan terjadi. Ini diungkapkan Krishna di dalam bukunya "Geger Kalijodo".

 

Kini, Daen Aziz tengah dicari-cari pihak berwajib karena ditetapkan sebagai tersangka pidana perdagangan manusia di Kalijodo.