Pria yang akrab disapa Ical ini terbukti mampu meneruskan bisnis sang ayah, dan bahkan makin sukses kala beliau memimpin Grup Bakrie pada tahun 1992-2004. Sejak lulus kuliah dipercaya untuk memegang banyak jabatan penting di Grup Bakrie antara lain direktur, wakil direktur utama, dan direktur utama. Di bawah pimpinannya, Grup Bakrie melebarkan sayap ke berbagai bidang seperti pertambangan, kontraktor, telekomunikasi, informasi, industri baja dan media massa.

Aburizal Bakrie

Nama Lengkap    : Aburizal Bakrie
Nama Panggilan     : Ical | Aburizal| ARB
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 15 November 1946
Profesi         : Pengusaha, politikus
Agama         : Islam
Partai politik     : Golkar
Nama istri     : Tatty Murnitriati
Nama anak     :  Anindya Novyan Bakrie, Anindhita Anestya Bakrie, Anindra Ardiansyah Bakrie
Zodiak         : Scorpio
 

Riwayat hidup singkat :

Pria yang akrab disapa Ical ini terbukti mampu meneruskan bisnis sang ayah, dan bahkan makin sukses kala beliau memimpin Grup Bakrie pada tahun 1992-2004. Sejak lulus kuliah dipercaya untuk memegang banyak jabatan penting di Grup Bakrie antara lain direktur, wakil direktur utama, dan direktur utama. Di bawah pimpinannya, Grup Bakrie melebarkan sayap ke berbagai bidang seperti pertambangan, kontraktor, telekomunikasi, informasi, industri baja dan media massa.

 

Menurut analisis para ekonomi, kepiawaian manajemen untuk melihat peluang dan waktu pengambilan keputusan menjadi kunci kesuksesan Bakrie. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun pernah menyatakan kebanggaannya pada Ical karena ia adalah orang pribumi pertama yang mendapat titel orang terkaya di Indonesia.

 

Selama menduduki Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Ical telah berhasil menjadikan KADIN sebagai organisasi yang sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah. Pada masa kepemimpinannya, KADIN berhasil menuntaskan kasus penyelundupan gula, kayu, beras yang saat itu marak terjadi.

 

Ical terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar kesembilan, menggantikan Jusuf Kalla. Dia kemudian terpilih sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada 7 Desember 2005–21 Oktober 2009. Sebelumnya Ical menjabat Menteri Koordinator Perekonomian di periode pemerintahan yang sama.

 

Pada bulan Mei 2006, areal sumur pengeboran gas alam milik Lapindo Brantas Inc, salah satu unit usaha Grup Bakrie, mengeluarkan semburan lumpur panas. Bencana itu telah membuat lebih dari 10 ribu orang mengungsi dan 400 hektare lahan terendam, termasuk sawah, rumah, pabrik dan sekolah. Jalan poros menuju Kota Surabaya pun rusak dan akibatnya perekonomian Jawa Timur sempat lumpuh. Kejadian ini cukup membuat citra Ical terseok sebagai Capres 2014.

 

Di sisi lain, Ical masuk jajaran orang terkaya versi Forbes pada tahun 2006. Kekayaan Ical dalam setahun terus bertambah berkat salah satu anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di industri tambang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Ical dinobatkan jadi orang terkaya nomor 1 versi majalah Forbes Asia. Dia juga bertahan selama enam tahun di posisi 40 orang terkaya se-Indonesia selama enam tahun.

Pada pemilihan umum tahun 2014 mendatang, Ical akan maju sebagai wakil dari Partai Golkar sebagai calon presiden. Ia cukup yakin akan memperoleh suara yang cukup banyak, namun belum dipastikan siapa yang akan mendampingi Ical untuk posisi calon wakil presiden nanti.

Pendidikan :

Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung, 1973

Karier :

• Ketua Umum DPP Partai Golkar (2009 - 2014)

• Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Golkar (2004 - 2009)

• Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) (2000 – 2005)

• Presiden ASEAN Chamber of Commerce & Industry (1996 – 1998)

• International Councellor Asia Society (1996 – 1997)

• Ketua Umum Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) selama 2 periode (1994 - 2004)

• Anggota Dewan Penasihat, International Finance Corporation (1993 – 1995)

• Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004)

• Presiden ASEAN Business Forum selama 2 periode (1991 – 1995)

• Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri dan Industri Kecil (1988 – 1993)

• Anggota MPR-RI selama 2 periode (1988 - 1998)

• Wakil Ketua Asosiasi Kerja Sama Bisnis Indonesia – Australia (1984 – 1988)

• Ketua Umum HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (1977 – 1979)

• Ketua Umum Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia (1976 – 1989)

• Ketua Departemen Perdagangan HIPMI (1975)

• Wakil Ketua Departemen Perdagangan HIPMI (1973 – 1975)

Penghargaan :

• Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Ical menduduki peringkat ke-30 dengan total kekayaan USD 890 juta. Jika dibanding tahun 2010, peringkat Ical turun cukup drastis dari peringkat 10 ke peringkat 30.

• 1997 Penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN BusinessForum

• 1995 Pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika

• 1986 Penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce