Anang Iskandar yang semula Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) bertukar kursi dengan Komjen Budi Waseso.

Anang Iskandar

Tanggal lahir: 18 Mei 1958 
Tempat lahir: Mojokerto, Jawa Timur

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti resmi melantik Komjen Anang Iskandar sebagai Kepala Badan Reserse Krimina (Bareskrim) Polri, 7 September 2015. Anang menggantikan posisi Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso. Anang yang semula Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) bertukar kursi dengan Budi Waseso.

Anang dilantik menjadi Kepala BNN 11 Desember 2012. Selama menjadi Kepala BNN, salah satu kebijakan Anang yang memantik pro-kontra adalah soal rehabilitasi pengguna narkoba. Menurut dia, pengguna narkoba adalah korban sehingga tidak layak dipidana. Awal tahun 2014, kebijakan dekriminalisasi pengguna narkoba dia luncurkan. Kebijakan rehabilitasi itu bertahan sampai sekarang.

Anang Iskandar lahir dari pasangan Suyitno dan Raumah. Dari ayahnya yang tukang cukur ia mendapat pengetahuan memotong rambut. Pengalaman masa kecil ini membuat mencukur rambut menjadi sebuah hobi yang masih sering dilakukan Anang ketika nanti digembleng dalam pendidikan militer AKABRI. 

Karena kondisi ekonomi keluarga, membuat Anang memilih ikut seleksi AKABRI. Ia tidak dapat melanjutkan cita-citanya masuk ke fakultas peternakan. Dilantik menjadi Perwira Muda pada 15 Maret 1982, Anang Iskandar ditempatkan sebagai kepala polisi untuk wilayah Polda Bali (saat itu bernama Polda Nusa Tenggara Gabungan). Karir Anang terus meroket saat dipercaya sebagai Kapolsek wilayah Denpasar Selatan.

Karirnya kian mencorong sejak dia dilantik sebagai salah satu pejabat kepolisian wilayah ibu kota, Kasat Serse Polres Tangerang. Sejak itu, berbagai posisi tertinggi di Polri dia pegang. Pria peraih berbagai bintang jasa dan penghargaan kemasyarakatan dan kenegaraan ini pernah memegang tongkat komando tertinggi di Polda Jambi, Kadiv Humas Polri, Gubernur Akademi Kepolisian, dan Kepala BNN.