Nama Antasari pertama dikenal luas publik saat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (2000-2007). Saat itu Ia gagal mengeksekusi Tommy Soeharto ketika putusan MA turun

Antasari Azhar

Antasari Azhar  (Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 18 Maret 1953)
Karier: BPHN Kehakiman (1981-1985)
Jaksa PN Jakarta Pusat (1985-1989)
Jaksa Kejaksaan Negeri Tanjung  Pinang (1989--1992)
Kasi Penyidikan Korupsi Kejaksaan Tinggi Lampung (1992--1994)
Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (1994--1996)
Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja (1997--1999)
Kasubdit Penyidikan Pidana khusus Kejaksaan Agung (1999--2000).
Kepala bidang hubungan media massa Kejaksaan Agung (2000).
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta-Selatan (2000--2007)
Ketua KPK (2007--2010)

Nama Antasari pertama dikenal luas publik saat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (2000-2007). Saat itu Ia gagal mengeksekusi Tommy Soeharto ketika putusan MA turun. Namun, rekam jejak itu tidak menghalangi Antasari menduduki jabatan Ketua KPK; pada 2007, ia menggantikan Taufiequrachman Ruki. Meski integritasnya sempat diragukan, Antasari membuat gebrakan dengan menangkap jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani terkait kasus BLBI, Syamsul Nursalim.

Di masanya, besan Presiden SBY, Aulia Pohan juga dijebloskan KPK ke penjara. Namun, 4 Mei 2009 ia dihentikan Presiden dari jabatannya. Antasari terseret kasus pembunuhan direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Februari 2010 ia divonis 18 tahun penjara karena kasus tersebut. Antasari sendiri menolak semua tuduhan.