Ia dikenal sebagai raja yang dicintai rakyat Thailand.

Bhumibol Adulyadej

Tempat lahir: Massachusetts, Amerika Serikat.

Tanggal lahir: 5 Desember 1927

Bhumibol Adulyadej yang didaulat sejak 9 Juni 1946, merupakan Raja Thailand yang bertahta terlama. Adulyadej lahir pada 5 Desember 1927 dan menjadi raja pada saat memasuki usia 19 tahun.


Berasal dari Dinasti Chakri, ia dikenal dengan gelar Raja Rama IX. Adulyadej menempuh pendidikan di Sekolah Mater Dei (Bangkok). Seiring perpindahan keluarganya ke Swiss, pendidikan dasar sang raja dilanjutkan ke Lausanne. Pada 1935, Adulyadej menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Pengetahuan di Universitas Lausanne.


Sepulang dari Swiss, ia menikahi Mom Rajawongse Sirikit Kitiyakara pada 1950. Adulyadej juga dikenal sebagai raja yang menggemari fotografi dan musik jazz. Bahkan, ia tercatat sebagai anggota kehormatan dari Institut Musik dan Seni Wina (Austria).


Hampir seabad Adulyadej didaulat sebagai raja, Thailand memiliki lika-liku perjalanan politik yang curam. Sejak 1940-an, sebanyak 17 percobaan kudeta terjadi di kalangan pemerintahan dan militer. Sebanyak 21 Perdana Menteri di negeri beras itu tak ada yang mampu bertahan lebih dari empat tahun saja.


Sebagai raja, Adulyadej selayaknya tidak bersentuhan dengan hiruk pikuk dunia perpolitikan. Namun atas dalih kepentingan rakyat, ia beberapa kali turun tangan melerai konflik dengan gayanya yang tenang. Adulyadej hadir di tengah hati rakyat Thailand sebagai penyudah pertikaian.


"Raja Bhumibol memiliki wewenang hukum yang kurang kuat, tapi dihormati dan tampaknya memegang kekuasaan moral yang besar. Ketika sebuah kebuntuan politik menyebabkan penggulingan kekuasaan oleh militer pada September 2006, sang raja memperhalus transisi pemerintah dengan tampil di televisi di samping pemimpin pemberontakan itu, komandan militer Sonthi Boonyaratglin," tulis Alan Greenspan, The Age of Turbulence: Adventures in a New World.


Memasuki usia tuanya, Adulyadej menderita segala penyakit infeksi, kesulitan bernapas, gagal ginjal, dan hydrocephalus. Pada Rabu, 13 Oktober 2016, ia dikabarkan meninggal pukul 3.52 sore waktu setempat. Kedudukan Adulyadej sebagai raja dalam pemerintahan monarki Thailand digantikan oleh sang putra mahkota Maha Vajiralongkorn.