Sosok Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung Nurhadi kembali menjadi sorotan lantaran terseret dalam kasus yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.


KPK memangggil Nurhadi pada Selasa, 8 Maret 2016, untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait pengiriman putusan kasasi perkara korupsi di MA dengan tersangka Kasubdit Kasasi dan Peninjauan Kembali Perdata Khusus MA Andri Tristianto Sutrisna.


Pada Kamis, 21 April 2016, ruang kerja Nurhadi di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, digeledah KPK. Tak hanya itu, KPK juga menggeledah kediaman Nurhadi di Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan penggeledahan tersebut dalam rangka menelusuri keterlibatan Nurhadi dalam kasus suap.


Terkait dengan itu pula, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Imigrasi Heru Santoso mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah mengirimkan permintaan pencegahan ke luar negeri atas nama Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.


Nurhadi juga pernah menjadi sorotan media setelah menggelar resepsi pernikahan anaknya, Rizki Aulia dengan Rizky Wibowo, Sabtu (15/3) di Hotel Mulia, Jakarta yang terkesan mewah. Dalam resepsi tersebut, para tamu mendapatkan iPod Shuffle sebagai souvenir. Undangan yang disebar berjumlah 2.500 dengan ukuran sebesar majalah, berbentuk kotak, dan ketika dibuka mirip pajangan foto.


Di dalam undangan itu, terdapat kartu (seperti kartu ATM) yang menggunakan barcode. Kartu ini harus ditukarkan dengan cindera mata berupa Ipod Shuffle 2 GB yang harganya sekitar Rp699.000.


KPK juga pernah meminta Nurhadi agar melengkapi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikannya November 2012. Namun, permintaan tersebut tak dipenuhi oleh Nurhadi.


Menurut pengumuman harta kekayaan penyelenggara negara yang dilihat di laman resmi KPK, kekayaan yang dimiliki Nurhadi mencapai Rp33 miliar. Nurhadi melaporkan kekayaannya itu kepada KPK pada 7 November 2012.


Pundi-pundi kekayaan Nurhadi antara lain terdiri dari harta bergerak Rp11,2 miliar, koleksi batu mulia senilai Rp8,6 miliar, tanah dan bangunan Rp7,3 miliar. NUrhadi memiliki 2 aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, 4 aset di Malang, 5 aset di Kudus, 2 aset di Mojokerto, 2 aset di Kediri, dan 1 aset di Tulungagung.


Nurhadi melaporkan empat mobil miliknya, yaitu Jaguar, Lexus, Mini Cooper, dan Toyota Camry. Mobil paling mahal dari empat itu adalah Lexus seharga Rp1,9 miliar. Aset giro setara kas yang dimiliki Nurhadi juga memiliki nilai besar, yaitu Rp 10 miliar.


Ketua KPK Abraham Samad pernah menyindir gaya hidup Nurhadi sebagai pejabat negara yang penuh kemewahan. Menurut Abraham, itu amat tidak lazim jika menilik dari gaji Nurhadi. Meski begitu, Abaraham tak ingin berprasangka buruk. Sebab bisa jadi Nurhadi memiliki harta kekayaan warisan.


"Sebaiknya penyelenggara negara tak hidup berlebihan," ujar Abraham di Jakarta, Rabu (19/3/2014).