Advokat yang terjun ke dunia politik, kemudian ditunjuk menjabat Hakim Konstitusi.

Patrialis Akbar

Tempat lahir: Padang, Sumatera Barat
Tanggal lahir: 31 Oktober 1958

Patrialis Akbar merupakan seorang advokat dan politisi Partai Amanat Nasional yang ditunjuk untuk menjabat sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai anggota parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat selama dua periode, yaitu pada 1999–2004 dan 2004–2009.

Karirnya di ranah hukum dimulai setelah ia meraih gelar sarjana di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Indonesia, tahun 1989. Ia menerima tawaran dosen pembimbing skripsinya untuk menjadi staf pengajar di kampus tersebut untuk mata kuliah Filsafat Hukum.

Tak sampai lima tahun, Patrialis kemudian menekuni profesi pengacara selama beberapa waktu sebelum akhirnya terjun ke kancah politik dengan bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN), yang kemudian mengantarkan dirinya menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat.

Selama di Senayan, Patrialis sempat tergabung di DPR maupun MPR. Di MPR, Patrialis tercatat sebagai salah satu pelaku perubahan UUD 1945 tahun 1999 – 2002 dengan menjadi Anggota BP MPR, PAH III, serta PAH I. PAH III (1999) maupun PAH I (2000-2002) inilah yang merancang perubahan UUD 1945.

Sementara di DPR, Patrialis tercatat menjadi komisi III yang salah satunya membidangi masalah hukum. Pada masa pemerintah presiden SBY ia terpilih menjadi Menteri Hukum dan HAM Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Pria berdarah Minang dan ayah dari lima anak ini akhirnya menjadi Hakim Konstitusi setelah mengucap sumpah jabatannya sebagai hakim konstitusi masa jabatan 2013 – 2018 pada 13 Agustus di Istana Negara, Jakarta.