Pepeng tutup usia sekitar pukul 10.05 WIB, Rabu (6/5/2015) di Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat.

Pepeng

Tempat Lahir: Sumenep, Madura

Tanggal Lahir:  23 September 1954

Setelah kepergian Olga Syahputra dan Mpok Nori, panggung hiburan Indonesia kembali kehilangan sosok terbaik, yakni Pepeng.


Komedian sekaligus presenter itu tutup usia sekitar pukul 10.05 WIB, Rabu (6/5/2015) di Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat.


Pepeng lahir dengan nama Ferrasta Soebardi pada 23 September 1954, di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dia menikahi Utami Mariam Siti Aisyah dan dikaruniai empat orang anak, yaitu Mamaz, Mio, Lalo, dan Izra.


Sejak 2005 hingga akhir hayatnya, Pepeng mengidap penyakit langka multiple sclerosis, salah satu penyakit sistem saraf pusat sehingga mengharuskan dirinya memakai kursi roda.


Dia juga sempat mengalami serangan jantung dan berkali-kali keluar-masuk rumah sakit.


Walau begitu, Pepeng pantang menyerah. Dalam keadaan sakit, dia berhasil menyelesaikan studi S2 di Universitas Indonesia jurusan Psikologi Intervensi Sosial dengan nilai sangat memuaskan (A).


"Dia itu luar biasa. Walaupun sakit dan memakai kursi roda, ia masih memiliki semangat tinggi. Dia berhasil meraih S2 pada Agustus 2006," jelas pengamat musik dan sahabat Pepeng, Bens Leo, saat dihubungi oleh Metrotvnews.com, Rabu (6/5/2015).


Dari balik kamar tidurnya yang biasa disebut "goa," Pepeng menjalankan beberapa bisnis online di bidang penjualan domain. Dia pun menjadi penggagas gerakan sosial pendidikan Indonesia, sebuah gerakan yang peduli terhadap pembangunan sekolah-sekolah yang roboh.


Selain aktif menulis artikel, Pepeng menulis buku berjudul Di Balik Jari-Jari.


Nama Pepeng sudah lama berkibar di panggung hiburan negeri ini, khususnya dunia lawak. Kariernya bermula sejak masa kuliah. Dia keluar sebagai juara pertama Lomba Lawak Mahasiswa pada 1978. Juara kedua adalah Krisna Purwana, dan yang ketiga adalah Nana Krip.
 

Lomba itu ternyata membuka jalan bagi Pepeng untuk menyelami lebih dalam dunia hiburan. Bersama Krisna dan Nana Krip, dia membentuk grup lawak Bahana Joke dan FKR 246.


Selanjutnya, Pepeng mendirikan grup musik humor, Gmselo, singkatan dari Gerak Musik Seloroh. Adalah Sys NS yang pada 1986 membawa Pepeng, Krisna, dan Nana Krip bergabung dalam Sersan Prambors, sebuah program di radio Prambors.


Sukses di kancah musik humor, dunia film kemudian dirambah Pepeng. Film yang dibintanginya antara lain Rojali dan Juleha (1979), Sama-Sama Enak (1986), dan Anunya Kamu (1986).
 

Pada 1987, Sersan Prambors bubar. Gemerlap karier Pepeng di blantika hiburan perlahan memudar. Demi menjaga dapur tetap ngebul, Pepeng lalu menjalani karier sebagai pegawai kantoran. Dia jadi pegawai Bank Pinaesaan (1988) lalu pindah ke Bakrie Brothers (1989).
 

Pada 1992, nama Pepeng kembali mencuat dan langsung mencuri perhatian publik. Dia muncul dengan gayanya yang ekstrem dalam membawakan sebuah acara kuis.


Padahal, kala itu seorang pembawa acara kuis selalu tampil dengan elegan. Kuis itu dikenal dengan nama Telekuis Jari-Jari, sebuah program acara interaktif melalui telepon selama tiga menit di layar RCTI.


Nama Pepeng rupanya tak hanya diperhitungkan di panggung hiburan, tetapi juga di panggung politik. Pepeng sempat terdaftar sebagai kader dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan pernah dicalonkan sebagai anggota legislatif untuk daerah Sumenep, Madura, Jawa Timur.