Karier Tito dalam kepolisian cepat melesat berkat prestasi yang dicapainya.

Tito Karnavian

Tempat lahir: Palembang, Sumatera Selatan.

Tanggal lahir: 26 Oktober 1964.


Komjen Pol Tito Karnavian kini menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggantikan Komjen Pol Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya ia menjabat Kepala Polda Metro Jaya.


Tito Karnavian pun menjadi Angkatan AKABRI 1987 pertama yang telah mampu menembus pangkat jenderal bintang tiga. Tito termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto.


Tito Karnavian mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang. Tito melanjutkan pendidikan Akabri tahun 1987. Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang "Police Studies".


Karier Tito dalam kepolisian cepat melesat berkat prestasi yang dicapainya. Tahun 2001, Tito yang memimpin Tim Kobra berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto dalam kasus pembunuhan hakim agung Syafiudin. Berkat sukses menangkap Tommy, Tito termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa.


Tito pernah menjabat Kepala Polda Papua (21 Sept 2012-16 Juli 2014). Prestasinya selama menjabat Kapolda Papua dinilai cukup bagus dalam menekan kasus penembakan misterius yang dilakukan kelompok separatis.


Selama menjadi Kapolda Metro Jaya, Tito pun mendapat banyak sorotan media lantaran beberapa gebrakan selama ia menjabat. Salah satu kasus besar yang dihadapi Tito yaitu teror bom dan penembakan di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada awal Januari 2016. Tak kurang dari 5 jam Ibukota sudah kembali dikuasai dan kondusif dan 7 tersangka sudah tertangkap. Menurut Beliau kasus ini merupakan tanggung jawab jaringan Negara Islam Irak-Suriah (Islam State of Iraq and Syri/ISIS) serta merupakan perebutan kekuasaan ISIS di Asia Tenggara melalui eks Narapidana Bahrun Naim.


Tito juga mendukung Pemprov DKI Jakarta dalam penggusuran kawasan prostitusi Kalijodo di Jakarta Utara sehingga prosesnya berjalan tertib dan lancar. Selain itu, Polda Metro Jaya membongkar kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin menggunakan zat sianida di kedai kopi di pusat perbelanjaan Jakarta dengan bekerja sama dengan Polisi Federal Australia. Kasus ini amat menyedot perhatian publik.