Pimpinan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI).

Muhammad Rizieq Shihab

Tempat Lahir: Jakarta

Tanggal Lahir: 24 Agustus 1965
Muhammad Rizieq Shihab. Pria yang karib disapa Habib Rizieq ini merupakan pimpinan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI). Anggota dan simpatisan ormas itu menyebutnya sebagai Imam Besar.
 
Nama Rizieq dan FPI tak bisa dipisahkan. Keduanya mulai dikenal pada Peristiwa Ketapang, 22 November 1998. Organisasi yang ia dirikan pada 17 Agustus 1998 itu terlibat bentrokan dengan preman setempat. Kericuhan bernuansa suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) ini mengakibatan beberapa rumah ibadah dan rumah warga terbakar.
 
Pasca peristiwa itu, di bawah kendali Rizieq, FPI makin dikenal sebagai organisasi yang kerap melakukan aksi sweeping setiap kegiatan yang dianggapnya maksiat dan bertentangan dengan syariat Islam. Terlebih, kala memasuki Ramadan.
 
Rizieq kecil menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Petamburan, Jakarta. Setelah rampung, ia melanjutkan ke SMP 40 Pejompongan, Jakarta. Karena jarak sekolah yang dinilai terlalu jauh dengan rumahnya, pendidikan menengah Rizieq dialihkan ke SMP Kristen Bethel Petamburan, Jakarta.
 
Usai menuntaskan jenjang SMP, putra pasangan Husein bin Muhammad Shihab dan Sidah Alatas itu pun lantas meneruskan ke SMAN 4 Gambir, Jakarta kemudian pindah SMA Islamic Village, Tangerang. Pada 1990, Rizieq meneruskan studinya di King Saudi University, Arab Saudi. Rizieq mengambil S2 dan S3 di Universitas Antar-Bangsa (S3), Malaysia.
 
Pada 30 Oktober 2008, Rizieq Shihab divonis 1,5 tahun penjara lantaran melakukan penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada insiden Monas 1 Juni 2008. Ia juga pernah mendekam di penjara dengan tuduhan menghina kepolisian RI lewat dialog di dua stasiun televisi swasta. Rizieq divonis tujuh bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 29 Juli 2003.
 
Belakangan, bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Rizieq tengah getol menggerakkan aksi bela Alquran. Pada 4 November 2016, ia bersama 50.000–200.000 pengunjuk rasa turun ke jalan memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dianggap menghina agama Islam.
 
Aksi besar-besaran yang dikerahkan Rizieq berpuncak pada unjuk rasa damai 2 Desember 2016 atau lebih dikenal dengan Aksi Bela Islam 212. Ribuan simpatisan FPI dan GNPF-MUI bertumpah ruah di kawasan Monas, Jakarta guna menyuarakan tuntutan serupa. 
 
Senin, 23 Januari 2017, Rizieq memenuhi panggilan Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait pernyataannya soal lambang palu arit di uang kertas baru. Di samping itu, ia juga dilaporkan atas dugaan melakukan penistaan terhadap Pancasila.