Ia dikenal sebagai aktivis, tokoh intelektual, akademisi, sekaligus politisi.

Anies Rasyid Baswedan

Tempat lahir: Kuningan, Jawa Barat
Tanggal lahir: 7 Mei 1969

Anies Rasyid Baswedan pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja. Namun, belum sampai dua tahun, Ia digantikan oleh Muhadjir Effendy saat Presiden Joko widodo melakukan perombakan kabinet pada Juli 2016.

Anies dikenal sebagai aktivis, tokoh intelektual, sekaligus akademisi. Perhatiannya pada dunia penididikan mendapat apresiasi saat Ia mempelopori gerakan Indonesia Mengajar yang mengirim relawan ke berbagai pelosok Nusantara untuk menjadi pengajar. Namanya mulai populer ketika disorot sebagai rektor termuda yang pernah dilantik oleh sebuah perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 2007, saat menjadi Rektor Universitas Paramadina pada usia 38 tahun.

Ia merupakan cucu Abdurrahman Baswedan yang merupakan diplomat, tokoh nasionalis, jurnalis, pejuang kemerdekaan Indonesia. Abdurrahman Baswedan adalah salah satu diplomat pertama Indonesia dan berhasil mendapatkan pengakuan de jure dan de facto pertama bagi kedaulatan Republik Indonesia, yaitu dari Mesir.

Anies meraih gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada 1995. Setelah itu, ia melanjutkan kuliah masternya dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland, College Park pada tahun 1997. Tak lama kemudian, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya dalam bidang ilmu politik di Northern Illinois University pada tahun 1999.

Disertasinya doktoralnya yang berjudul Regional Autonomy and Patterns of Democracy in Indonesia menginvestigasi efek dari kebijakan desentralisasi terhadap daya respon dan transparansi pemerintah daerah serta partisipasi publik, menggunakan data survei dari 177 kabupaten/ kota di Indonesia. Dia lulus pada tahun 2005.

Rekam jejaknya berorganisasi antara lain bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi salah satu anggota Majelis Penyelamat Organisasi HMI UGM. Saat kuliah di UGM, ia menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa dan ikut membidani kelahiran kembali Senat Mahasiswa UGM setelah pembekuan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Setelah bertahun-tahun bergelut dalam gerakan sosial, Anies terpanggil untuk memasuki dunia politik. Menjelang pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, ia ikut mencalonkan diri menjadi calon presiden lewat konvensi Partai Demokrat.

Ia juga mencalonkan diri sebagai calon gubernur pada pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017, berpasangan dengan Sandiaga Uno.