Ia diduga telibat dalam praktik suap terkait proyek infrastruktur jalan.

Ridwan Mukti

Tempat lahir: Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
Tanggal lahir:  21 Mei 1963

Ridwan MUkti dikenal sebagai salah satu putera daerah Sumatera Selatan yang cukup banyak berkiprah di lingkup nasional. Ia pernah menjadi Bupati Musi Rawas 2005-2010 dan 2010-2015. Sebelumnya, ia merupakan legislator di DPR RI periode 1999-2005.

Karier politiknya kemudian meningkat dengan menjabat Gubernur Bengkulu masa bakti 2016-2021. Ia pun masih tercatat sebagai fungsionaris DPP Partai Golkar.

Sebelum menjadi politisi, alumnus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Sriwijaya (Unsri) ini menekuni karier profesional dengan berbagai jabatan eksekutif. Antara lain sebagai auditor pada kantor akuntan publik di Yogyakarta maupun Jakarta, akuntan senior sejumlah perusahaan BUMN dan management senior di BUMN-penanaman modal asing (PMA), dan menjadi konsultan di berbagai perusahaan daerah PMDN/PMA bidang jasa keuangan, anggaran, perpajakan, sistem akuntansi, dan manajemen.

Ia juga aktif di berbagai organisasi massa dan profesional. Antara lain menjadi anggota Asosiasi Industri Transformator Tenaga Indonesia (AITTI), anggota Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), pengurus pusat Kadin Indonesia, Sekretaris Dewan Pakar PSSI, GAKPI, AMPG, AMPI, dan masih banyak lagi. Ia juga dipercaya menjadi Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumatera Selatan.

Ia menerima banyak penghargaan selama menjabat Bupati Musi Rawas. Antara lain Ragam penghargaan Citra Pelayanan Prima dan Kementerian Aparatur Negara RI (2005), Penghargaan Akhlak Mulia Tahun (2007), Satya Lencana Wirakarya Pembangunan Pertanian (2008), Penghargaan Bhaktì Mina Bahari Tingkat Nasional (2009), Penghargaan Sebagai Pembina Terbaik Nasional PNPM Mandiri Perdesaan (2012), Penghargaan Bidang Lingkungan Bersih tingkat Provinsi menjadi juara 1 (2013), Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara bidang Ketahanan Pangan dan Presiden RI (2013), Penghargaan terbaik III Pangripta Sriwijaya bidang Perencanaan Pembangunan (2014), dan lain-lain.

Pada 20 Juni 2017, Ridwan Mukti dan istrinya yang bernama Lily Martiani Maddari terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia diduga telibat dalam praktik suap terkait proyek infrastruktur jalan. Barang bukti yang disita penyidik antara lain tumpukan uang tunai rupiah di dalam satu kardus.