Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjadi bulan-bulanan aktivis HMI karena ucapannya dinilai menghina.

Saut Situmorang

Saut Situmorang jadi bulan-bulanan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Semua bermula dari omongan Saut saat diskusi di sebuah stasiun televisi swasta, 5 Mei 2016. Selaku Wakil Ketua KPK, ucapan Saut dinilai menghina HMI.

Saat itu Saut menyampaikan hubungan korupsi dan kejahatan dengan orang-orang berpendidikan. Ia memberi contoh alumni HMI yang setidaknya ikut Latihan Kader (LK) I.

“Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMI minimal LK I, tetapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat," ujar Saut.

Pernyataan Saut berbuntut panjang. Tidak hanya aktivis HMI, alumni HMI seperti Mahfud MD, anggota DPR Sarifudding Sudding, dan tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin menyayangkan ucapan Saut.

"Menurut saya pernyataan Saut memang ceroboh memberi contoh. Mengapa yang dicontohkan hanya HMI? Bukankah organisasi mahasiswa lain sama juga keadaannya?" tulis Mahfud dalam Twitter, 8 Mei.

Hilang kesabaran, 9 Mei, massa HMI berunjuk rasa di depan Gedung KPK. Mereka meminta Saut mundur dari jabatannya di KPK. Unjuk rasa ini sempat ricuh.

Dalam konferensi pers hari itu, Saut meminta maaf kepada HMI. "Saya selaku pribadi, tidak bermaksud menyinggung HMI," ucap Saut.?

PB HMI telah melaporkan Saut ke Badan Reserse Kriminal Polri dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan tersebut diterima dengan tanda bukti laporan bernomor: TBL/340/V/2016/BARESKRIM.

"Ini bentuk kemarahan dan emosional kami, karena yang beliau (Saut) sampaikan itu sama sekali tidak benar," tegas Ketua Umum PB HMI Mulyadi.

Mulyadi menegaskan, HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang banyak melahirkan kader-kader penting untuk kemajuan bangsa dan negara. Kader HMI banyak menduduki jabatan penting di berbagai instansi pemerintah.

"Seluruh kader HMI merasa sakit hati ketika kader HMI menjadi pejabat dianggap curang, korup, jahat," tegas Mulyadi.

Saut terpilih sebagai satu dari lima orang untuk menjadi pimpinan KPK pada 17 Desember 2015. Pria kelahiran Medan, Suamtera Utara, 20 Februari 1959, itu meraih 37 suara saat voting di Komisi III DPR. Saut merupakan Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

Selain mengajar ilmu kompetitif intelijen di Universitas Indonesia, Saut pernah menjadi Sekretaris Program Pendidikan Regular Angkatan ke-50 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2013. Penyabet doktor dari Universitas Persada Indonesia itu juga menjabat Direktur PT Indonesia Cipta Investama.