Ia berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan untuk kejadian luar biasa 2005 senilai Rp15 miliar.

Siti Fadilah Supari

Tanggal Lahir: 6 November 1949

Tempat Lahir: Surakarta, Jawa Tengah
Siti Fadilah Supari adalah Menteri Kesehatan RI dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Perempuan yang dikenal sebagai ahli jantung ini pun kemudian dipercaya sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden dari 25 Januari 2010 hingga 20 Oktober 2014.
 
 
Fadilah muda menempuh pendidikan menengah di SMAN 1 Surakarta. Sementara gelar sarjana berhasil ia raih dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1972. Lima belas tahun kemudian, tepatnya pada 1987 Fadilah  merampungkan pendidikan masternya di bidang penyakit jantung dan pembuluh darah di Universitas Indonesia (UI). Sedangkan gelar doktor berhasil ia raih di kampus yang sama pada 1996.
 

Siti Fadilah mengawali karier sebagai staf pengajar kardiologi di UI. Setelah itu, ia mulai dikenal sebagai ahli jantung di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Kemunculan nama Fadilah ini pun menjadi perhatian pusat. Pada 20 Oktober 2004, ia diminta menjadi Menteri Kesehatan oleh Presiden SBY.
 

Gagasan dan sumbangan Fadilah dalam dunia kesehatan bisa ditilik dari beberapa buku yang ditulisnya. Ia menulis sebuah buku berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung pada 2007. Buku itu menyinggung tentang konspirasi Amerika Serikat (AS) dan organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam mengembangkan senjata biologis dengan memanfaatkan virus flu burung. Fadilah pendapat protes keras dari kedua sasaran tembak tersebut.
 

Siti Fadilah kembali muncul meramaikan pemberitaan terkait statusnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang dilakukan pada April 2012. Kasus yang melibatkan istri Muhammad Supari dalam proyek pengadaan alat kesehatan untuk kejadian luar biasa 2005 senilai 15 miliar rupiah itu diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp6 miliar.