Tanri Abeng adalah Komisaris Utama di PT. Pertamina (2015-sekarang)

Tanri Abeng

Tempat Lahir: Selayar, Sulawesi Selatan
Tanggal Lahir: 7 Maret 1942

 

Tanri Abeng adalah Komisaris Utama di PT. Pertamina (2015-sekarang). Nama Tanri Abeng mulai karib di pengujung pemerintahan Presiden Soeharto. Kala itu, ia dipercaya sebagai Menteri Negara Pendayagunaan BUMN dalam Kabinet Pembangunan VII. Rezim bergulir, tapi tidak bagi Tanri. Di masa kepemimpinan Presiden BJ. Habibie, ia kembali dipercaya menduduki jabatan sama dalam Kabinet Reformasi Pembangunan.

Masa kecil Tanri dihabiskan di Makassar selepas kedua orang tuanya meninggal dunia. Setelah menamatkan pendidikan SMA di Ujungpandang, ia mendapat beasiswa pendidikan di Paman Sam melalui American Field Service (AFS) Exchange program.

Indonesia-Amerika Serikat (AS) kemudian menjadi akrab dalam diri Tanri Abeng. Setelah selesai menuntaskan program, ia kembali ke Makassar dan belajar di Universitas Hasanuddin. Belum sempat rampung, ia malah berkesempatan kembali ke AS untuk mengambil peluang belajar di Graduate School of Business Administration, di Universitas New York.

Setelah gelar MBA berhasil ia sabet, ia lebih memilih tetap bertahan di AS. Baru setelah merampungkan lanjutan studinya melalui program management training Union carbide, ia pulang ke Tanah Air karena dipercaya menjadi Direktur PT. Union-Carbide di Indonesia.

Sejak 1971, karier Tanri kian menanjak.  Sepanjang 1971-1976, ia pernah dipercaya sebagai Direktur Agrocarb Indonesia, Direktur Karmi Arafura Fisheries, dan pada 1977, ia juga merangkap sebagai manager pemasaran Union Carbide Singapura. 

Yang menarik, Tanri pernah menempati pucuk pimpinan perusahaan terkenal produsen bir Belanda, Heineken, sebagai CEO di PT. Multi Bintang Indonesia. Padahal, ia tak fasih berbahasa Belanda, apalagi sebagai peminum bir.

Tahun 1991, Tanri hijrah ke Bakrie & Brothers, perusahaan milik Aburizal Bakrie. Dari CEO, ia kemudian dipercaya sebagai Presiden Direktur di Bakrie & brothers. 

Masih di tahun yang sama, Tanri mulai dekat dengan dunia politik. Mewakili Golongan Karya (Golkar) ia duduk di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Soeharto pun tertarik, pada 1998 ia ditunjuk sebagai menteri.

Pasca Reformasi, tepatnya pada 2004, ia dipercaya PT. Telkom Indonesia sebagai Komisaris Utama. Tapi meski sudah teruji di bidang bisnis, Tanri masih ingin menempuh pendidikan Doktor dalam Ilmu Multidisiplin dari UGM dan merampungkannya pada 2010.

Pada 2011, namanya ditempel pada kampus yang ia dirikan di Ulujami, Pesanggahan, Jakarta Selatan. Universitas Tanri Abeng ia bangun setelah pria kelahiran Selayar, Sulawesi Selatan itu menjual hotel Hotel Aryaduta yang ia miliki sejak 1995.