NEWSTICKER

Tag Result: brigadir j

Ronny Talapessy Bersikukuh Richard Eliezer Harus Dibebaskan

Ronny Talapessy Bersikukuh Richard Eliezer Harus Dibebaskan

HOTROOM • 20 hours ago brigadir j

Pengacara Ronny Talapessy bersikukuh kliennya, Richard Eliezer harus lepas dari jeratan pidana. Menurutnya, seorang yang diperalat tidak bisa dipidanakan.

"Dalam hukum pidana, orang yang disuruh tidak bisa dimintai pertanggungjawaban," tegas Ronny Tapalessy dalam program Hotroom Metro TV, Rabu (1/2/2023).

Ronny mengatakan, fakta yang terungkap di persidangan adalah Richard Eliezer dijadikan sebagai alat untuk menghabisi nyawa Brigadir J. Sehingga ia masih berharap kliennya bisa dilepaskan. 

Jaksa Simpulkan PC Berselingkuh, Febri Diansyah: Itu 'Titipan'

Jaksa Simpulkan PC Berselingkuh, Febri Diansyah: Itu 'Titipan'

HOTROOM • 20 hours ago brigadir j

Jaksa menyimpulkan hubungan antara Putri Candrawathi dengan Brigadir J merupakan perselingkuhan, bukan pelecehan. Febri Diansyah selaku pengacara istri eks Kadiv Propam itu membantah tuduhan jaksa kepada kliennya.

Febri menyebut, dalam BAP Putri Candrawathi tidak ada pembahasan soal perselingkuhan. Ia juga memyimpulkan, perkataan jaksa soal perselingkuhan itu adalah "titipan".

"Kami sebagai pengacara harus menyelidiki, ternyata benar (perkataan jaksa) itu titipan," ucap Febri Diansyah dalam program Hotroom Metro TV, Rabu (1/2/2023).

Febri menyebut, jaksa berkata hanya bemodalkan satu bukti, yakni poligraf yang sejatinya tidak terkait dengan perkara. Ia tetap bersikeras, keterangan Putri Candrawathi soal pelecehan layak dipercaya.

Pengacara Tegaskan Kuat Ma'ruf Tidak Terlibat dalam Skenario Sambo

Pengacara Tegaskan Kuat Ma'ruf Tidak Terlibat dalam Skenario Sambo

Metro Hari Ini • 7 days ago brigadir J

Pengacara Kuat Ma'ruf, Dicky Nelson, bantah tuntutan jaksa yang mengatakan kliennya merencanakan pembunuhan bersama Ferdy Sambo di lantai tiga. Ia mengatakan waktu tiga menit yang dimaksudkan jaksa habis hanya untuk naik turun tangga rumah dinas eks Kadiv Propam.

"Kuat Ma'ruf tidak pernah berbincang dengan Sambo soal menghilangkan nyawa Brigadir J," ucap  Dicky Nelson, Selasa (31/1/2023).

Dicky Nelson kembali membacakan kronologi saat Kuat Ma'ruf naik ke lantai tiga rumah dinas Ferdy Sambo. Ia mengatakan, waktu tiga menit untuk kliennya berbincang soal pembunuhan merupakan hal yang mustahil.

"Waktu tiga menit habis hanya untuk naik dan turun tangga," lanjutnya.

Diketahui Kuat Ma'ruf terbukti melalui rekaman CCTV naik ke lantai tiga rumah dinas Ferdy Sambo selama tiga menit. Di persidangan sebelumnya, jaksa menyimpulkan bahwa momen itu dijadikan keduanya untuk merencanakan pembunuhan Brigadir J.

Ibunda Brigadir J Nilai Isi Duplik Kuat Ma'ruf Janggal

Ibunda Brigadir J Nilai Isi Duplik Kuat Ma'ruf Janggal

Metro Hari Ini • 7 days ago brigadir j

Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak menilai ada kejanggalan dari isi duplik yang disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa Kuat Ma'ruf. Rosti bersikeras jika Kuat Ma'ruf mengetahui rencana pembunuhan yang dibuat oleh Ferdy Sambo terhadap Brigadir J.

"Duplik dari pada pengacaranya Kuat Ma'ruf itu sangat menunjukkan bahwa mereka ada keanehan dan kejanggalan. Udah jelas-jelas Kuat Ma'ruf di sini terbukti mulai dari Magelang mau melakukan pembunuhan kepada anak saya (Brigadir J) dengan membawa pisau bahkan mengejar anak saya Nofrianyah Yosua," kata Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak.

Menurut Rosti, hal ini menunjukkan bahwa kuasa hukum dari terdakwa pembunuhan Brigadir J yakni Kuat Ma'ruf ingin menghindar dari Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

Tuntutan Jaksa Terhadap Ricky Rizal Dinilai Menyudutkan & Menggiring Opini Hakim

Tuntutan Jaksa Terhadap Ricky Rizal Dinilai Menyudutkan & Menggiring Opini Hakim

Headline News • 7 days ago brigadir J

Pengacara Ricky Rizal, Erman Umar bersikukuh kliennya tidak terlibat dalam rencana pembubunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Ia menyebut jaksa hanya menyudutkan dan menggiring opini hakim dan masyarakat.

"Tidak ada dalil jaksa yang terbukti dalam dakwaan," ujar pengacara Ricky Rizal, Selasa (31/1/2023).

Erman menyebut tidak ada fakta yang terbukti secara sah di persidangan yang menyebut Ricky Rizal terlibat dalam pembunuhan brigadir J. Tuduhan jaksa yang mengatakan terafiliasi dengan terdakwa lainnya juga disebut merugikan Ricky Rizal.

"Tim penasehat hukum Ricky Rizal bersifat independen," tegas Erman Umar.

Menurut Erman tuntutan yang diberikan jaksa tidak berlandaskan alat bukti dan fakta di persidangan. Sehingga, Erman berharap hakim dapat mengesampingkan tuntutan jaksa kepada Ricky Rizal.

Tuntutan Jaksa Terhadap Kuat Ma'ruf Dianggap Asumsi

Tuntutan Jaksa Terhadap Kuat Ma'ruf Dianggap Asumsi

Breaking News • 7 days ago brigadir j

Terdakwa Kuat Ma'ruf dituntut delapan tahun penjara dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Tuntutan jaksa tersebut dianggap hanya berasumsi dan tidak mampu dibuktikan kebenarannya. 

"Dalil jaksa hanya berdasarkan imajinatif dan tidak memiliki dasar hukum," ucap Pengacara Kuat Ma'ruf, Misbahuddin Gasma, Selasa (31/1/2023).

Ia sangat menyayangkan hal itu dilakukan jaksa di persidangan. Menurutnya, Kuat Ma'ruf sama sekali tidak terlibat dalam skenario pembunuhan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo. Misbahuddin ingin persidangan Sambo Cs dilakukan dengan objektif dan berdasarkan KUHAP. 

Pakar: Jaksa Menuntut Sambo Cs Berdasarkan Fakta, Tidak Halusinasi

Pakar: Jaksa Menuntut Sambo Cs Berdasarkan Fakta, Tidak Halusinasi

Breaking News • 8 days ago brigadir j

Pengacara terdakwa pembunuhan Brigadir J menyebut jaksa berhalusinasi dalam memberikan tuntutan. Menurut Pakar Hukum Pidana, Hibnu Nugroho, jaksa menuntut berdasarkan fakta. 

"Dalam pembuktian tidak ada halusinasi, tapi berdasarkan fakta," tegas Hibnu Nugroho,dalam program Breaking News Metro TV, Selasa (31/1/2023).

Jaksa telah melakukan pembuktian dengan berbagai fakta, dari fakta manual, scientific, hingga fakta berdasarkan saksi ahli. Sehingga, kata halusinasi yang diberikan kepada jaksa dinilai tidak cocok.

Di sisi lain, Hibnu menegaskan bahwa saling sindir dalam sidang replik dan duplik hal yang lumrah karena ingin mempengaruhi hakim. Hibnu juga mengatakan, sindiran yang dilemparkan pengacara terdakwa kepada jaksa masih dalam batas wajar. 

"Itu sah-sah saja, yang tidak boleh apabila sudah menyudutkan, dan mengandung sara," ucap Hibnu Nugroho.

Hibnu yakin hakim telah memiliki pandangan serta kesimpulan untuk para terdakwa. Sidang replik dan duplik hanya akan berpengaruh kecil untuk hakim.

Pakar: Sidang Duplik Sambo Cs Dijadikan Ajang Saling Sindir

Pakar: Sidang Duplik Sambo Cs Dijadikan Ajang Saling Sindir

Breaking News • 8 days ago brigadir j

Tiga terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, yakni Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf telah menjalani sidang duplik untuk menjawab replik yang dilemparkan jaksa. Faktanya, sidang duplik yang terjadi justru dijadikan ajang saling sindir antarkeduanya. 

"Jawab menjawab pada replik dan duplik seolah jadi saling sindir," ujar Pakar Hukum Pidana, Hibnu Nugroho dalam program Breaking News Metro TV, Selasa (31/1/2023).

Pihak Sambo Cs seolah ingin menggambarkan kronologi penembakan dari sisi terdakwa. Namun, menurut Hibnu, hal semacam itu tidak perlu dijelaskan, karena sudah ada dalam tuntutan jaksa.

Hibnu menambahkan, jika keduanya mencoba menjabarkan apa yang terjadi, maka tidak akan ada "benang merah" dalam perkara tersebut. Pihak terdakwa menjelaskan berdasarkan subjektif, sedangkan jaksa menjelaskan secara objektif. 

"Keduanya memiliki kepentingan masing-masing, tidak akan ada titik temu," jelas Hibnu. 

Meski demikian, perdebatan yang terjadi saat sidang replik dan duplik sangatlah wajar, karena ingin melakukan pembelaan. Tuntutan jaksa dan pledoi dinilai sudah cukup untuk hakim menjatuhkan vonis bagi para terdakwa. 

Pengacara Sambo Minta Hakim Abaikan Replik Jaksa

Pengacara Sambo Minta Hakim Abaikan Replik Jaksa

Breaking News • 8 days ago brigadir j

Pihak Ferdy Sambo meminta hakim untuk mengesampingkan replik jaksa serta keterangan Richard Eliezer. Pengacara eks Kadiv Propam itu bersikukuh kliennya tidak merencanakan pembnuhan terhadap Brigadir J.

"Fakta yang terungkap di persidangan, sudah sepatutnya replik jaksa diabaikan," ujar pengacara Ferdy Sambo, Selasa (31/1/2023).

Pihak Sambo menyebut, perintah yang diberikan kepada Richard Eliezer untuk menembak Brigadir J, tidak direncanakan sebelumnya. Ia mengatakan tidak sengaja bertemu korban saat hendak bermain bulu tangkis.

Bahkan, disebut Ferdy Sambo sempat mengonfirmasi kepada Brigadir J terhadap kekerasan seksual, tetapi korban tidak mengakui perbuatannya. Sehingga, eks Kadiv Propam itu naik pitam dan memutuskan untuk memerintahkan Richard Eliezer untuk menembak.

Menurutnya, Jaksa dinilai ceroboh dalam menyimpulkan fakta di persidangan. Bahkan ia menyebut, jika memang jaksa memiliki bukti yang bisa menyimpulkan perencanaan, seharusnya bisa dipaparkan dalam replik.

Sidang Duplik Ferdy Sambo (5)

Sidang Duplik Ferdy Sambo (5)

Breaking News • 8 days ago brigadir j

Terdakwa Ferdy Sambo sedang menjalani sidang dengan agenda pembacaan duplik dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Selasa (31/1/2023). Dalam sidang ini, tim kuasa hukum akan memberikan tanggapan atas replik atau tanggapan Jaksa Penuntut umum (JPU) setelah pleidoi pada sidang sebelumnya telah disampaikan oleh para terdakwa dan tim penasihat hukumnya.

Sidang ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada pukul 10.00 WIB. Dalam agenda sidang duplik, rencananya terdakwa bersama dengan tim penasihat hukumnya akan kembali mengajukan nota pembelaan atau pleidoi berharap hukuman dapat diringankan. 

Dalam tahap sidang duplik ini, maka proses persidangan kasus pembunuhan berencara terhadap Brigadir J tinggal satu langkah lagi memasuki sidang putusan atau vonis. 

Selain Ferdy Sambo, ada Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal yang sudah berada di PN Jakarta Selatan untuk mengikuti persidangan duplik dan akan memberikan tanggapan atas pernyataan JPU pada sidang replik yang digelar sebelumnya.

Pakar Hukum: Kalau Hakimnya Saya, Eliezer Pasti Dibebaskan

Pakar Hukum: Kalau Hakimnya Saya, Eliezer Pasti Dibebaskan

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Richard Eliezer harus menerima tuntutan 12 tahun karena menjalankan perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Pakar menyebut, Richard Eliezer harus dibebaskan karena hanya menjalankan perintah jabatan.

"Kalau hakimnya saya, Eliezer saya bebaskan," ujar Pakar Hukum Pidana, Asep Iwan Iriawan dalam program Breaking News Metro TV, Senin (30/1/2023).

Asep mengatakan, Richard Eliezer diperintah dalam keadaan terdesak, sehingga tidak terpikir untuk menolak. Berbeda halnya dengan Ricky Rizal yang bisa menolak karena masih memiliki momentum.

"Situasinya mencekam, tidak ada waktu untuk menolak seperti Ricky Rizal," lanjut Asep.

Menurut Asep, pembunuhan yang dilakukan oleh Richard Eliezer memang jelas salah. Namun, ada pasal yang mengatur tentang penghapusan pidana. Sehingga, hakim harus berani membuat kesimpulan untuk seluruh terdakwa.

Tuntutan Eliezer Sudah Pertimbangkan JC, Pakar: Harusnya Lebih Ringan

Tuntutan Eliezer Sudah Pertimbangkan JC, Pakar: Harusnya Lebih Ringan

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Tuntutan terdakwa Richard Eliezer dalam kasus pembunuhan Brigadir J disebut sudah mempertimbangkan status justice collaborator. Namun, pakar menyebut seharusnya Eliezer dihukum lebih ringan jika sudah mempertimbangkan status tersebut. 

"Logikanya, kalau yang lain seumur hidup dan delapan tahun, Eliezer harus lebih rendah (hukumannya)," ujar Pakar Hukum Pidana, Asep Iwan Iriawan dalam program Breaking News Metro TV, Senin (30/1/2023).

Dalam sidang replik, Richard Eliezer meminta keringanan dengan menyebut Pasal 48 dan 51 KUHP sebagai alasan pembenar bahwa dirinya diperintah oleh Ferdy Sambo. Namun, Jaksa menolak dan menyebut nota pembelaan (pleidoi) yang dibacakan Eliezer tidak memiliki dasar yuridis yang kuat.

Asep mengatakan bahwa pasal yang diajukan sebagai alasan pembenar oleh Richard Eliezer sudah benar. Namun, Asep juga memahami kondisi yang dialami oleh jaksa penuntut umum yang hanya membacakan putusan dari jaksa agung.

Kini, seluruh terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J hanya menunggu vonis hakim. Asep berharap, hakim sebagai "wakil Tuhan" dapat menentukan vonis secara adil. 

Jaksa Kukuh Ingin Sambo Dihukum Seumur Hidup

Jaksa Kukuh Ingin Sambo Dihukum Seumur Hidup

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Seluruh nota pembelaan (pleidoi) terdakwa pembunuhan Brigadir J telah ditolak, termasuk Ferdy Sambo. Jaksa penuntut umum tetap ingin Sambo dihukum seumur hidup, karena banyak faktor yang memberatkan terdakwa.

Jaksa menilai pledoi yang disusun oleh pihak Ferdy Sambo keliru dan tidak sesuai dengan fakta di persidangan. Bahkah saat membacakan replik, pengacara Ferdy Sambo dianggap tidak profesional dan berfikir secara konstruktif, lantaran mengaburkan fakta persidangan.

"Uraian pleidoi Ferdy Sambo tidak memilik dasar yang kuat untuk menggugurkan tuntutan," ujar jaksa.

Jaksa terus berusaha meyakinkan hakim bahwa pembunuhan ini dikehendaki oleh eks Kadiv Propam itu dan memohon agar hakim menjatuhkan vonis sesuai tuntutan yang telah dibacakan.

Kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo Cs telah bergulir lama dan menyita perhatian publik. Kini, persidangan Sambo Cs hanya menunggu vonis dari 'wakil Tuhan'. 

Pengacara Richard Eliezer Dianggap Keliru Menafsirkan Perintah Jabatan

Pengacara Richard Eliezer Dianggap Keliru Menafsirkan Perintah Jabatan

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Pleidoi yang dibacakan pengacara Richard Eliezer soal tindakan kliennya terhadap penembakan Brigadir J, dianggap keliru oleh jaksa. Jaksa menyebut, Richard Eliezer justru pelaku utama dan bisa dipertanggung jawabkan secara pidana.

"Pengacara terdakwa keliru dalam menafsirkan perintah jabatan," ujar jaksa dalam sidang replik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (30/1/2023). 

Jaksa menyebut ada tiga klasifikasi orang yang tidak dapat dipidanakan, yakni orang yang kurang sempurna akalnya, melakukan tindakan karena dipaksa, dan perintah jabatan yang seharusnya. Namun, untuk konteks Richard Eliezer dianggap tidak masuk dalam tiga klasifikasi tersebut. 

Richard Eliezer terbukti secara sah sebagai pelaku utama tewasnya Brigadir J, sehingga jaksa tetap menjatuhi hukuman 12 tahun penjara kepada terdakwa. 

Jaksa: Tuntutan 12 Tahun Eliezer Sudah Pertimbangkan Status Justice Collaborator

Jaksa: Tuntutan 12 Tahun Eliezer Sudah Pertimbangkan Status Justice Collaborator

Breaking News • 9 days ago brigadir j

Jaksa menolak nota pembelaan (pleidoi) Richard Eliezer dan tetap menjatuhi hukuman 12 tahun penjara dalam sidang replik di PN Jakarta Selatan, (Senin (30/1/2023). Menurut jaksa, hukuman tersebut sudah mempertimbangkan status Eliezer sebagai justice collaborator.

Meskipun Eliezer berperan sebagai terdakwa sekaligus saksi yang membantu mengungkap fakta di persidangan terhadap skenario Ferdy Sambo, namun Eliezer terbukti berkontribusi dalam tewasnya Brigadir J. Sehingga, hal itulah yang menjadi pemberat hukuman Richard Eliezer.

"Richard Eliezer memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan dengan terdakwa lainnya, kecuali Ferdy Sambo," ucap Jaksa Sugeng Hariadi, Senin (30/1/2023). 

Jaksa menegaskan tuntutan yang diberikan kepada Eliezer sepenuhnya bersandar pada azas dominus litis dan tidak mengesampingkan norma-norma yang berlaku.

Eks Jaksa: Putri Candrawathi Seharusnya Dituntut Hukuman Mendekati Seumur Hidup

Eks Jaksa: Putri Candrawathi Seharusnya Dituntut Hukuman Mendekati Seumur Hidup

Primetime News • 9 days ago brigadir j

Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E akan menjalani sidang replik dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Senin (30/1/2023). Harapan terhadap replik jaksa atas pleidoinya sangatlah besar. 

Pendapat Richard Eliezer diamini mantan jaksa, Jasman Panjaitan. Mantan jaksa muda pengawasan itu menilai, tuntutan kepada Richard Eliezer harusnya lebih ringan dibandingkan dengan Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Maruf. 

“Kalau Eliezer 12 tahun, PC harusnya jauh di atas (hukuman) itu, PC itu menurut saya bahkan harus mendekati seumur hidup,” ujar Jasman dalam program Hotroom Metro TV.

Berdasarkan fakta persidangan, Richard Eliezer mengakui dirinya menembak Brigadir J. Namun, dirinya juga menyampaikan bahwa telah diperintahkan oleh atasannya, yakni Ferdy Sambo.

Fakta-fakta di persidangan dinilai mengherankan jika Richard Eliezer mendapat tuntutan lebih tinggi. Sedangkan Putri, Ricky dan Kuat yang keterangannya dinilai berbelit justru mendapat tuntutan lebih ringan. Jasman Panjaitan menyebut jaksa tidak professional dalam memberikan tuntutan.
 
Sebelumnya, jaksa telah menolak pledoi Sambo, Kuat Maruf dan Ricky Rizal, Jumat (27/1/2023). Ketiganya terbukti sesuai perannya, melanggar pasal pembunuhan berencana. 

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (11)

Putri Candrawathi Bacakan Nota Pembelaan (11)

Breaking News • 13 days ago Brigadir J

Terdakwa Putri Candrawathi membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 8 tahun penjara dari jaksa penuntut umum pada persidangan Rabu (25/1/2023). Pada awal pembelaan, Putri menyebut dirinya menjadi sosok perempuan yang tersakiti atas hujatan dan tuduhan yang tidak pernah Ia lakukan.

"Dari balik jeruji ini di rumah tahanan Kejaksaan Agung, dengan tertatih-tatih mengumpulkan energi yang tersisa, saya tuliskan sebuah surat untuk siapa pun yang mau membaca dan mendengarnya dengan hati. Sebuah nota pembelaan dari seorang perempuan yang disakiti dan dihujam jutaan tuduhan, stigma, fitnah atas apa yang tidak pernah dilakukan," kata Putri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Putri mengungkap bahwa berupaya menulis pembelaan dalam kondisi tersebut. Seorang ibu yang dipisahkan paksa dari anak-anaknya. Putri menyebut, kondisi yang dialaminya hanya dengan dasar tuduhan yang rapuh dan mengada-ada.

Diketahui, Jaksa menuntut Putri Candrawathi dihukum selama delapan tahun penjara. Istri Ferdy Sambo itu dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Pakar: Alasan Anak Tidak Bisa Ringankan Vonis Putri

Pakar: Alasan Anak Tidak Bisa Ringankan Vonis Putri

Breaking News • 13 days ago Brigadir J

Jamin Ginting selaku pakar hukum yakin, hakim tidak akan memberikan keringanan kepada Putri Candrawathi jika alasannya demi anak. Hakim akan memerikan keringanan jika unsur pasal yang didakwakan tidak terbukti.

"Jika meminta keringan karena anak, tidak ada hukum pidana yang mengatur itu," tegas Jamin Ginting, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Putri Candrawathi membuat nota pembelaan pribadi yang sebagian besar berisi soal empat anaknya. Dirinya menyebut seluruh anaknya masih membutuhkan bimbingan orang tua. Nota pembelaan itu dibacakan sembari menangis di persidangan.

Jamin menyebut, nota itu bersifat psikologis, tidak ada unsur hukum di dalam nota tersebut. Nota itu digunakan untuk menggugah hati hakim agar mendapat keringanan. Namun, Jamin yakin pendirian hakim tidak akan mudah goyah. Hakim hanya akan mempertimbangkan nota pembelaan yang dibacakan oleh pengacara terdakwa. 

"Pembelaan pribadi hanya digunakan untuk menggugah hakim," jelas Jamin Ginting.
 

Pakar Nilai Putri Menangis di Persidangan untuk Cari Simpati Hakim

Pakar Nilai Putri Menangis di Persidangan untuk Cari Simpati Hakim

Breaking News • 14 days ago Brigadir J

Putri Candrawathi konsisten menangis di persidangan saat ceritakan pelecehan yang dialaminya di Magelang. Tangisan itu dinilai pakar hukum sebagai ajang mencari simpati hakim agar mendapat keringanan.

"Saya mengamati, Putri ini mencari simpati hakim," ujar Pakar Hukum Pidana, Jamin Ginting, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Jamin Menyebut, putri melakukan playing victim lantaran bersikukuh menganggap dirinya sebagai korban pelecehan yang dilakukan Brigadir J. Meskipun sudah dikuatkan dengan hasil psikologi dan ahli pidana, Jamin menegaskan hal itu tidak relevan dengan fakta.

"Ahli pidana bukan orang yang menjelaskan pelecehan," tegas Jamin Ginting.

Satu-satunya cara yang bisa ditempuh untuk membuktikan pelecehan itu, hanya dengan visum. Jamin harap, hakim bisa fokus kepada Pasal yang sudah terbukti, serta bisa menyimpulkan apakah ada pelecehan di antara keduanya.  

Ayah Brigadir J: Tangisan Putri 'Air Mata Buaya'

Ayah Brigadir J: Tangisan Putri 'Air Mata Buaya'

Breaking News • 14 days ago Brigadir J

Samuel Hutabarat, ayah Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J tegaskan tidak akan berempati meskipun Putri Candrawathi menangis di persidangan. Samuel menyebut tangisan itu hanya senjata untuk mendapat keringanan hukuman.

"Itu air mata buaya, begitu cara dia untuk menarik empati hakim," ucap Samuel Hutabarat, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Dalam sidang pledoi, Putri memohon keringanan hukuman sambil menangis. Dia menyebut memiliki anak yang masih perlu sosok ibu. Namun, Samuel justru menilai itu sebuah kemunafikan dan tidak sejalan dengan fakta yang ada.

Samuel tetap berharap, hakim tidak terkecoh dengan "air mata buaya" yang ditampilkan Putri dipersidangan. Diharapkan hakim juga dapat memvonis terdakwa dengan adil.

Ayah Brigadir J: Saya Tantang Putri Visum Jika Benar Dilecehkan

Ayah Brigadir J: Saya Tantang Putri Visum Jika Benar Dilecehkan

Breaking News • 14 days ago Brigadir J

Putri Candrawathi bersikukuh di pesidangan, dirinya dilecehkan oleh (alm) Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Mendengar hal itu, Samuel Hutabarat selaku ayah Brigadir J geram dan tantang Putri untuk visum.

"Saya tantang Putri buat visum, jika benar anak saya memperkosa dia (Putri Candrawathi)," tegas Samuel Hutabarat, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Putri dinilai hanya mengandalkan dirinya sebagai perempuan untuk meminta keringanan hukuman. Samuel sebut nota yang dibacakan justru penuh dengan kemunafikan.

"Pembelaan itu berisi kemunafikan dirinya sendiri," tegas Samuel Hutabarat.

Selama bersidang, Putri bersikukuh dirinya tidak mengetahui penembakan yang di alami Brigadir J. Namun Samuel berpendapat, semua perkataannya di ruang sidang, berbanding lurus dengan fakta yang terjadi. Samuel menyebut, justru putri menjadi faktor utama terbunuhnya Brigadir J dengan membuat skenario pelecehan. 

Jaksa Menuduhnya Berbaju Seksi, Putri Candrawathi: Saya Pakai Piyama

Jaksa Menuduhnya Berbaju Seksi, Putri Candrawathi: Saya Pakai Piyama

Breaking News • 14 days ago brigadir j

Putri Candrawathi mengakui dirinya berganti pakaian setibanya di Jakarta dari Magelang. Tapi sama sekali bukan pakaian yang seksi untuk memancing Brigadir J mendatanginya sebagaimana jaksa tuduhkan.

"Saya mengenakan piyama model kemeja dan celana pendek yang masih sopan. Bukan pakaian seksi seperti jaksa sebut dalam tuntutannya," tegas Putri Candrawathi.

Bantahan tersebut bagian pleidoi yang dibacakannya langsung dalam sidang di PN Jaksel, Rabu (25/1/2023). Pleidoi yang sempat dibacakannya sendiri, dilanjutkan oleh tim kuasa hukum. 

Putri Candrawathi juga kembali menyatakan bahwa dirinya merupakan korban kekerasan seksual dan pengancaman yang dilakukan oleh (alm) Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Meski sangat malu dan ketakutan, istri Irjen Ferdy Sambo ini menegaskan tidak terbersit niatan untuk membunuh Brigadir J. 

Sebagai terdakwa perkara pembunuhan berencana Brigadir J, Putri Candrawathi dituntut pidana penjara selama delapan tahun. Menurut jaksa, peran Putri Candrawathi dalam pembunuhan berencana adalah sengaja berganti pakaian seksi sebagaimana skenario yang disusun oleh Ferdy Sambo.

 

Ibunda Brigadir J: Putri Candrawathi Perempuan yang Sadis

Ibunda Brigadir J: Putri Candrawathi Perempuan yang Sadis

Breaking News • 14 days ago brigadir j

Pihak keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ingin Putri Candrawathi dihukum maksimal sesuai pasal yang didakwakan, yakni 340 KUHP. Rosti Simanjuntak menyebut, Putri tidak memiliki hati nurani.

"Putri adalah perempuan yang kejam, sadis dan biadab," ucap Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak dengan nada tinggi, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu (25/1/2023).

Putri Candrawathi disebut telah memfitnah dengan membuat skenario pelecehan antarkeduanya, hingga akhirnya Brigadir J tewas ditangan Ferdy Sambo. Fitnahan itu diperkuat dengan Putri tidak bisa menunjukkan bukti pelecehan di persidangan. 

"Kalau Putri benar dilecehkan, harusnya menunjukkan bukti, bukan tangisan," lanjut Rosti.

Diketahui, Putri sering kali menangis di persidangan ketika menjelaskan pelecehan yang dialami olehnya. Namun, Rosti menilai tangisan itu hanya dijadikan sebagai perisai agar lolos dari jerat hukum. 

Menurut Rosti, Putri telah terbukti ikut merencakan pembunuhan terhadap anaknya, Brigadir J. Tuduhan itu dikuatkan dengan Putri Candrawathi ikut berdiskusi tentang pemusnahan CCTV dirumah dinas Ferdy Sambo. Oleh karena itu, sang ibunda berharap Hakim dapat memberikan hukuman maksimal kepada Putri Candrawathi. 

Ferdy Sambo Beri Judul Nota Keberatannya ‘Pembelaan yang Sia-sia’

Ferdy Sambo Beri Judul Nota Keberatannya ‘Pembelaan yang Sia-sia’

Metro Xinwen • 14 days ago brigadir j

Ferdy Sambo Jalani sidang pledoi dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Selasa (24/1/2023). Ferdy Sambo mengaku pembelaan itu ingin diberi judul “Pembelaan yang Sia-sia”.
 
Menurut Sambo, ia dan keluarganya banyak menerima hinaan, caci maki dan olok-olok, serta dihakimi banyak pihak sebelum vonis dijatuhkan. Pasalnya, Ia telah dituduh secara sadis oleh media dan masyarakat, hingga membuat dirinya frustasi dan putus asa. Sambo mengaku belum pernah menyaksikan tekanan yang begitu besar selama 28 tahun bekerja sebagai penegak hukum.
 
Sebelumnya, JPU menuntut Sambo dengan hukuman seumur hidup penjara, karena menghilangkan nyawa manusia dan sempat tidak mengakui perbuatannya. 

Putri Candrawathi & Richard Eliezer Bacakan Pledoi Hari Ini

Putri Candrawathi & Richard Eliezer Bacakan Pledoi Hari Ini

Metro Xinwen • 14 days ago brigadir j

Sidang kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat telah menjalani berbagai agenda sidang hingga tahap pembelaan atau pledoi. Putri Candrawathi dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E akan mengajukan pembelaan di PN Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Jaksa menuntut Putri delapan tahun penjara dalam kasus pembunuhan tersebut. Sedangkan Richard Eliezer, dituntut 12 tahun penjara. 

LPSK menyayangkan tuntutan 12 tahun yang diberikan Jaksa kepada Richard Eliezer. Jaksa dinilai mengesampingkan justice collaborator yang membantu mengungkap fakta di persidangan.

Sebelumnya, Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf telah menjalani sidang pledoi kemarin, Senin (24/1/2023). Seluruh terdakwa dinilai penuhi untuk dakwaan Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sidang Tuntutan Kasus Obstruction of Justice untuk Terdakwa Irfan Widyanto Ditunda

Sidang Tuntutan Kasus Obstruction of Justice untuk Terdakwa Irfan Widyanto Ditunda

Breaking News • 15 days ago brigadir j

Sidang tuntutan kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Irfan Widyanto. Jaksa menyatakan berkas tuntutan belum siap. Ketua Majelis Hakim Afrizal Hadi memutuskan pembacaan tuntutan dilaksanakan pada Jumat, 27 Januari 2023.

"Persidangan belum dapat dilanjutkan, dan ditunda untuk agenda tuntutan jaksa pada, Jumat (27/1/2023). Saudara tetap ditahan, sidang ditunda," ujar Hakim Ketua Afrizah Hadi di PN Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Sementara itu, Kuasa Hukum Irfan Widyanto Ragahdo Yosodiningrat mengatakan pihaknya tidak mengetahui alasan penundaan sidang kliennya. Ia menambahkan pihaknya sudah siap untuk mendengarkan tuntutan dari jaksa. Bahkan, sudah menyiapkan dan menyusun pledoi.

Sebelumnya, Irfan Widyanto didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Perbuatan itu dilakukan bersama dengan Hendra Kurniawan Agus Nurpatria Adi Purnama , Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto serta Ferdy Sambo.

Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Ibunda Brigadir J Anggap Pleidoi Kuat Ma'ruf Janggal

Ibunda Brigadir J Anggap Pleidoi Kuat Ma'ruf Janggal

Breaking News • 15 days ago brigadir j

Ibunda Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Rosti Simanjuntak mengatakan heran dan menganggap janggal jika terdakwa Kuat Ma'ruf tidak tahu tentang rencana pembunuhan Brigadir J. Apalagi Kuat beralibi mempunyai hubungan baik terhadap Brigadir J.

Menurutnya, jika Kuat Ma'ruf merasa sudah dibantu oleh Brigadir J setidaknya Kuat mempunyai hati nurani untuk membantu Brigadir J yang terancam nyawanya.

"Jadi di sana Kuat Ma'ruf membuat pembelaan kepada dirinya dan membuat pembohongan bahwa dia tidak ikut serta. Jelas-jelas Kuat Ma'ruf ikut di dalam mempersiapkan bahkan mengejar almarhum Yosua membawa pisau dan menyuruh Putri sebagai atasannya untuk memberikan laporan kepada Ferdy Sambo agar jangan ada duri dalam rumah tangga," kata Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Rosti berharap agar kuat Ma'ruf dihukum setimpal atas perbuatannya karena mengetahui skenario terhadap pembunuhan Brigadir J.

Agenda Sidang Pekan Ini: Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J Bacakan Nota Pembelaan

Agenda Sidang Pekan Ini: Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J Bacakan Nota Pembelaan

Selamat Pagi Indonesia • 15 days ago brigadir j

Sidang pledoi kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J digelar untuk seluruh terdakwa, pekan ini. Setelah dituntut jaksa pekan lalu, kini giliran para terdakwa akan menyampaikan nota pembelaan atau pledoi di persidangan. 

Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf akan lebih dahulu ajukan banding di depan Hakim, Selasa (24/1/2023). Tiga terdakwa itu akan menjalani sidang di ruang utama PN Jakarta Selatan, Ferdy Sambo mendapat giliran pertama.

Sementara itu, Putri Candrawathi dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Brigadir E akan menjalani sidang dengan agenda yang sama, esok hari. Keduanya akan ajukan banding setelah dirinya mendapat tuntutan dari jaksa.

Dalam persidangan sebelumnya, Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup, Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara. Sementara tiga terdakwa lainnya yakni Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Maruf masing-masing 8 tahun penjara.

Richard Eliezer Dituntut 12 Tahun, Pakar Hukum: Jaksa Kurang Memperhatikan Peran Relasi Kuasa

Richard Eliezer Dituntut 12 Tahun, Pakar Hukum: Jaksa Kurang Memperhatikan Peran Relasi Kuasa

Newsline • 16 days ago brigadir j

Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pakar hukum pidana menilai, Jaksa mengesampingkan adanya relasi kuasa antara Perwira dan Tamtama.

"Jaksa nampaknya kurang memperhatikan peran relasi kuasa yang dialami Richard Eliezer," ujar Pakar Hukum Pidana, Jamin Ginting, dalam program Newsline Metro TV, Senin (23/1/2023).

Tuntutan 12 tahun penjara harus diterima Richard Eliezer di persidangan pekan lalu. Yang memberatkan ialah, dirinya sebagai eksekutor penembakan Brigadir J. Namun, Richard Eliezer mengaku, saat itu dirinya tidak memiliki pilihan lain saat diperintahkan Ferdy Sambo untuk menembak. Richard Eliezer tidak berani menolak perintah tersebut sebagai bentuk kedisiplinan dirinya terhadap institusi Polri soal perintah jabatan. 

Jamin Ginting juga menilai, tuntutan 12 tahun penjara dirasa tidak adil untuk seorang justice collaborator. Peran Richard Eliezer cukup besar dalam mengungkap fakta dipersidangan. Oleh karena itu, Hakim harus berpegang teguh kepada keadilan.

"Apakah Hakim masih melihat keadilan di masyarakat? jika tidak, maka vonisnya akan sama dengan Jaksa," ucapnya.

Pakar Hukum: Ferdy Sambo akan Ajukan Banding Membawa 'Label' Polisi Bintang 2

Pakar Hukum: Ferdy Sambo akan Ajukan Banding Membawa 'Label' Polisi Bintang 2

Newsline • 16 days ago brigadir j

Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Jamin Ginting selalu pakar pidana memprediksi, pihak eks Kadiv Propam itu akan mengajukan banding dengan membawa institusi Polri.

"Pengacaranya akan mendalilkan agar Hakim mempertimbangkan hukuman dengan latar belakang jasa Ferdy Sambo sebagai polisi bintang dua," ujar Pakar Hukum Pidana, Jamin Ginting, dalam program Newsline Metro TV, Senin (23/1/2023).

Pengacara Ferdy Sambo akan membeberkan kontribusi kliennya dalam kasus penyidikan kasus-kasus besar yang terjadi di Tanah Air. Pengacara akan mengharapkan imbalan dari perjuangan Ferdy Sambo terjadinya kasus ini.

Selain tuntutan Ferdy Sambo, Jamin juga menyebut hukuman yang diberikan kepara Richard Eliezer dinilai tidak adil untuk seorang justice collaborator. Pasalnya, Richard Eliezer justru mendapat tuntutan 12 tahun penjara. Tuntutan tersebut jauh lebih berat dibandingkan Putri Candrawathi yang terbukti ikut menyusun skenario.