NEWSTICKER

Tag Result: brigadir j

Jadi Saksi Disidang Brigadir J, Provider XL: Data Selama 3 Bulan Terakhir Sudah Diserahkan ke Penyidik

Jadi Saksi Disidang Brigadir J, Provider XL: Data Selama 3 Bulan Terakhir Sudah Diserahkan ke Penyidik

Headline News • 27 days ago brigadir J

Sidang lanjutan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf menghadirkan pihak provider di PN Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022). Legal Councel Provider PT XL Axiata, Viktor Kamang memberikan kesaksian mengenai data transaksi telepon maupun SMS yang terekam selama tiga bulan sudah diserahkan ke penyidik. 

"Kalau secara sistem yang mulia, itu kita tidak bisa men-sortir transaksi keluar atau masuk saja. Jadi, itu selama tiga bulan terekam semua dan itu sudah diberikan kepada penyidik," ujar Viktor Kamang, Senin (7/11/2022).

Sebelumnya, sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ru menghadirkan 12 saksi. Namun, hanya lima yang hadir dalam persidangan yaitu petugas swab PCR dan , satu sopir ambulans dan dua orang dari perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.

Sidang 3 Terdakwa Pembunuhan Berencara Brigadir J Digabung, Pakar Hukum Pidana: Itu Strategi Hakim

Sidang 3 Terdakwa Pembunuhan Berencara Brigadir J Digabung, Pakar Hukum Pidana: Itu Strategi Hakim

Breaking News • 27 days ago brigadir J

Penggabungan tiga terdakwa dalam satu sidang pembunuhan berencana Brigadir J menjadi perhatian, lantaran Bharada E menjadi justice collaborator. Penggabungan sidang ini menuai keberatan dari Kuasa Hukum Bharada E dan juga Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho menjelaskan bahwa dalam penggabungan persidangan terdakwa, majelis hakim mempertimbangkan kecepatan penyelesaian perkara dan juga untuk menguji konsisntensi dari keterangan justice colaborator.

"Dalam Keadaan normal memang lebih baik JC dengan terdakwa lain dilakukan secara terpisah agar keterangan yang disampaikan objektif. Namun, bukan berarti tidak bisa digabungkan. Azas kecepatan menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim karena PN hanya memiliki waktu 90 hari untuk penyelesaian perkaran dan yang kedua penggabungan ini menjadi strategi hakim untuk menguji keterangan konsistensi dari JC," jelas Pakar Hukum Pidana Hibnu Nugroho.

3 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J Disidang Bersamaan dengan Alasan Menghemat Waktu

3 Terdakwa Pembunuhan Brigadir J Disidang Bersamaan dengan Alasan Menghemat Waktu

Selamat Pagi Indonesia • 28 days ago brigadir j

Tiga terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J yakni Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf nanti akan dipertemukan dalam sidang secara bersamaan. Sidang yang sudah memasuki pekan ketiga untuk pemeriksaan saksi ini akan menghadirkan 12 orang saksi.

Ketua Majelis Hakim Wahyu Imam Santoso memutuskan untuk menggabungkan sidang ketiga terdakwa tersebut dalam menutup sidang Bharada E, Senin (31/11/2022). Menurut Hakim Wahyu, sidang ketiganya akan digelar bersamaan karena alasan mengejar waktu. 

12 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Gabungan Bharada E, Kuat Maruf dan Ricky Rizal

12 Saksi Dihadirkan dalam Sidang Gabungan Bharada E, Kuat Maruf dan Ricky Rizal

Headline News • 28 days ago brigadir j

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 12 saksi untuk terdakwa Bharada E dalam sidang lanjutan kasus tewasnya Brigadir J dengan agenda pemeriksaaan saksi di PN Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022) pukul 10.00 WIB. Dalam sidang lanjutan kali ini, Bharada E, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal digelar secara bersamaan. 

Kuasa Hukum Bharada E Ronny Talapessy mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada LPSK untuk bisa mengajukan pemisahan persidangan ini kepada majelis hakim. Menurutnya, ada beberapa alasan pihaknya meminta persidangan ini digelar terpisah di antaranya karena status Bharada E yang merupakan Justice Collaborator.

Menanggapi hal tersebut, pihak LPSK mengatakan, jika kemudian digabungkan tentu ada alasannya,  seperti dibutuhkan pemeriksaan secara bersamaan dari pandangan majelis hakim

JPU Minta Hakim Tetapkan Saksi ART Kodir Jadi Tersangka

JPU Minta Hakim Tetapkan Saksi ART Kodir Jadi Tersangka

Headline News • 1 month ago brigadir j

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta kepada majelis hakim untuk menetapkan Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Diryanto (Kodir) sebagai tersangka.

Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat sidang pemeriksaan saksi dalam kasus obstruction of justice Brigadir J dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, Kamis (3/11/2022). Jaksa menilai keterangan yang disampaikan Kodir dalam persidangan cukup berbelit-belit dan berbohong. 

"Saudara majelis hakim, kami melihat dan menilai saksi ini sudah berbelit-belit dan berbohong, supaya kiranya majelis hakim mengeluarkan penetapan untuk menjadikan saksi ini sebagai tersangka," ujar jaksa di persidangan.

Pakar: Kesaksian Susi di Persidangan Berpotensi Keterangan Palsu

Pakar: Kesaksian Susi di Persidangan Berpotensi Keterangan Palsu

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Kesaksian Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, yakni Susi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di PN Jakarta Selatan, menarik perhatian masyarakat. Pakar menyebut, kesaksian Susi berpotensi sebagai keterangan palsu, karena dianggap tidak kredibel. 

"Dari sekian banyak pernyataan majelis hakim, bisa kita tangkap bahwa saksi Susi ini merupakan saksi yang tidak kredibel. Maka, keterangan yang disampaikan oleh Susi berpotensi dikategorikan sebagai keterangan palsu," ujar Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri, Kamis (3/11/2022). 

Sementara itu, pakar menilai permintaan maaf dari para terdakwa selama persidangan membuahkan kesempatan bertemu dengan keluarga Brigadir J. Namun, pernyataan maaf dari Ferdy Sambo dinilai tidak tulus karena dengan syarat.

"Karena permintaan maaf yang dilakukan Ferdy sambo itu setengah hati, maka permintaan maaf yang dilakukan Ferdy Sambo tidak akan mengurangi hukuman, apabila nanti divonis bersalah oleh hakim," jelas Reza Indragiri. 

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (4)

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (4)

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Keluarga Almarhum Brigadir J sudah tiga kali menjalani persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan juga Putri Candrawathi.

Dalam menjalani persidangan, keluarga Brigadir J terutama ayah dan ibundanya telah mencurahkan isi hati mereka di hadapan majelis hakim dan Ferdy Sambo Cs. 

"Saya sebagai ibu sudah tiga kali menjalani persidangan dan saya sudah berusaha melampiaskan. Selanjutnya, kami serahkan kepada hakim dan jaksa semoga diberikan tuhan kebijaksanaan dalam mempin persidangan. Karena, puas atau tidak puas terhadap perisadangan ini ada di tangan Majelis Hakim dan Jaksa," ujar Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selain itu, lima terdakwa pun sudah meminta maaf kepada orang tua Brigadir J. Menurut Rosti, mengucapkan kata maaf merupakan hal yang mudah. Ia juga berpesan kepada para terdakwa agar berkata jujur dalam persidangan. 

"Semua terdakwa harus jujur, jangan hanya minta maaf. Kalau meminta maaf itu gampang dari mulut kita ini. Jadi, kata maaf  itu harus kata jujur yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati," ucap Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Ricky Rizal Akui Skenario Ferdy Sambo di Provos Polri

Ricky Rizal Akui Skenario Ferdy Sambo di Provos Polri

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ricky Rizal mengaku kepada keluarga almarhum, bahwa skenario tembak menembak merupakan ide Ferdy Sambo yang disampaikan di ruang provos.

"Memang benar untuk skenario tembak menembak yang disampaikan keluarga besar almarhum Brigadir Yosua, itu juga disampaikan oleh bapak FS," ujar Ricky Rizal dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2022).

Hal tersebut ia sampaikan, setelah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Brigadir J. Ia berharap, keluarga almarhum dapat mengampuni segala kebodohan dan ketidaktahuannya atas perbuataannya di Kompleks Duren Tiga. 

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (3)

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (3)

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Keluarga Almarhum Brigadir J sudah tiga kali menjalani persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan juga Putri Candrawathi.

Dalam menjalani persidangan, keluarga Brigadir J terutama ayah dan ibundanya telah mencurahkan isi hati mereka di hadapan majelis hakim dan Ferdy Sambo Cs. 

"Saya sebagai ibu sudah tiga kali menjalani persidangan dan saya sudah berusaha melampiaskan. Selanjutnya, kami serahkan kepada hakim dan jaksa semoga diberikan tuhan kebijaksanaan dalam mempin persidangan. Karena, puas atau tidak puas terhadap perisadangan ini ada di tangan Majelis Hakim dan Jaksa," ujar Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selain itu, lima terdakwa pun sudah meminta maaf kepada orang tua Brigadir J. Menurut Rosti, mengucapkan kata maaf merupakan hal yang mudah. Ia juga berpesan kepada para terdakwa agar berkata jujur dalam persidangan. 

"Semua terdakwa harus jujur, jangan hanya minta maaf. Kalau meminta maaf itu gampang dari mulut kita ini. Jadi, kata maaf  itu harus kata jujur yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati," ucap Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (2)

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (2)

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Keluarga Almarhum Brigadir J sudah tiga kali menjalani persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan juga Putri Candrawathi.

Dalam menjalani persidangan, keluarga Brigadir J terutama ayah dan ibundanya telah mencurahkan isi hati mereka di hadapan majelis hakim dan Ferdy Sambo Cs. 

"Saya sebagai ibu sudah tiga kali menjalani persidangan dan saya sudah berusaha melampiaskan. Selanjutnya, kami serahkan kepada hakim dan jaksa semoga diberikan tuhan kebijaksanaan dalam mempin persidangan. Karena, puas atau tidak puas terhadap perisadangan ini ada di tangan Majelis Hakim dan Jaksa," ujar Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selain itu, lima terdakwa pun sudah meminta maaf kepada orang tua Brigadir J. Menurut Rosti, mengucapkan kata maaf merupakan hal yang mudah. Ia juga berpesan kepada para terdakwa agar berkata jujur dalam persidangan. 

"Semua terdakwa harus jujur, jangan hanya minta maaf. Kalau meminta maaf itu gampang dari mulut kita ini. Jadi, kata maaf  itu harus kata jujur yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati," ucap Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (1)

Ferdy Sambo Melawan atau Tertekan? (1)

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Keluarga Almarhum Brigadir J sudah tiga kali menjalani persidangan sebagai saksi untuk lima terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J yakni Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan juga Putri Candrawathi.

Dalam menjalani persidangan, keluarga Brigadir J terutama ayah dan ibundanya telah mencurahkan isi hati mereka di hadapan majelis hakim dan Ferdy Sambo Cs. 

"Saya sebagai ibu sudah tiga kali menjalani persidangan dan saya sudah berusaha melampiaskan. Selanjutnya, kami serahkan kepada hakim dan jaksa semoga diberikan tuhan kebijaksanaan dalam mempin persidangan. Karena, puas atau tidak puas terhadap perisadangan ini ada di tangan Majelis Hakim dan Jaksa," ujar Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selain itu, lima terdakwa pun sudah meminta maaf kepada orang tua Brigadir J. Menurut Rosti, mengucapkan kata maaf merupakan hal yang mudah. Ia juga berpesan kepada para terdakwa agar berkata jujur dalam persidangan. 

"Semua terdakwa harus jujur, jangan hanya minta maaf. Kalau meminta maaf itu gampang dari mulut kita ini. Jadi, kata maaf  itu harus kata jujur yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati," ucap Ibunda Brigadir J Rosti Simanjuntak.

Selalu Menunduk di Persidangan, Kuat Ma'ruf Diminta Ayah Brigadir J Menatapnya

Selalu Menunduk di Persidangan, Kuat Ma'ruf Diminta Ayah Brigadir J Menatapnya

Metro Hari Ini • 1 month ago brigadir j

Kuat Ma'ruf selalu menunduk saat ibu dan ayah Brigadir J menjadi saksi di persidangan. Ayah Brigadir J yang kesal meminta Kuat Ma'ruf untuk menatap wajahnya.

"RR dan kuat tolong lihat ke sini, biar saya lihat bola mata mu. Saya berharap untuk kalian berdua tadi sudah meminta maaf, tetapi saya berharap dan keluarga besar berharap janganlah kalian berdua itu terbawa arus, paham itu. Jika anda berdua terbawa arus berarti anda termakan arus," ujar Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat.

Kuasa Hukum Brigadir J: Kami Masih Yakin Sebelum Dieksekusi Ada Penganiayaan Tehadap Brigadir J

Kuasa Hukum Brigadir J: Kami Masih Yakin Sebelum Dieksekusi Ada Penganiayaan Tehadap Brigadir J

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Salah satu saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J mengatakan bahwa surat kematian Brigadir J penuh kejanggalan sebab pada surat kematian Brigadir J ditulis meninggal karena cidera.

Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro mengatakan, memang dari awal pihaknya dan juga keluarga masih menyakini adanya penganiayaan terhadap Brigadir J sebelum di eksekusi.

"Tentu dari awal sampai dengan saat ini, kami dari pihak kuasa hukum dan juga keluarga, masih bertanya-tanya dan kami pun masih meyakini sebelum Brigadir J ditembak adanya penganiaayaan yang dilakukan terhadap Brigadir J," ujar Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro.

Yonathan juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mempersiapakan bukti-bukti untuk memperkuat keterangan saksi dan akan dikeluarkan di dalam persidangan.

"Mengenai bukti-bukti tersebut, sudah kami serahkan semua pada saat awal kami membuat laporan, tetapi dijalannya persidangan ada bukti-bukti tambahan yang kami bawa seperti sendal, bukti chat atau screenshoot, karena itu merupakan strategi kami untuk dikeluarkan di dalam persidangan," ucap Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro.

Kuasa Hukum keluarga Birgadir J Yonathan Baskoro juga mengatakan, pihak kuasa hukum dan juga keluarga berharap agar soal motif pelecehan seksual ini tidak perlu dibahas dan fokus kepada dakwaan dari kejaksaan yakni pembunuhan berencana.

"Harapan kami dan yang menjadi fokus utama keluaraga adalah mengenai motif pelecehan seksual, ini sudah tidak perlu dibahas, tetapi ini terus menerus diangkat. Jadi, mari kita fokus saja terhadap dakwaan kejaksaan yakni pasal 340 atau pembunuhan berencana," pungkasnya. 

Digeruduk Hendra Kurniawan CS Ketika Masih Berduka, Keluarga Brigadir J: Tak Bertata Krama!

Digeruduk Hendra Kurniawan CS Ketika Masih Berduka, Keluarga Brigadir J: Tak Bertata Krama!

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Ayah Birgadir J, Samuel Hutabarat menceritakan kronologi kedatangan Hendra Kurniawan ke rumahnya dan menjelaskan kronologi tembak menembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga yang menyebabkan kematian Brigadir J.

Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat menjelaskan kedatangan Hendra Kurniawan ke rumahnya. Saat itu Samuel sedang beristirahat dan tiba-tiba datanglah gerombolan aparat kepolisian yang masuk tanpa mengucap salam.

"Tiba-tiba segerombolan polisi ada yang berpakaian dinas ada yang berpakaian sipil masuk menerobos ke ruang sebelah, kalau bertamu ke rumah orang pakailah tata krama" ujar Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat.

Kedatangan Hendra Kurniawan ke rumah keluarga Brigadir J untuk menjelaskan kronologi kematian Brigadir J. Numun, pihak keluarga Brigadir J tidak semudah itu untuk mempercayai ucapan dari Hendra Kurniawan atas kronologi yang diceritakannya.

"Saya sebagai ibu yang sudah hancur hatinya, memohon berulang kali kepada mereka untuk buktikan barang bukti yang sah, jangan hanya sekedar bicara,"ujar Ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak.

Pasalnya, Rosti Simanjuntak yang telah membesarkan anaknya, Rosti juga yang mendidik Brigadir J sehingga tahu karakter Brigadir J yang tidak mungkin melakukan pelecehan sebagaimana yang dituduhkan.

Ibunda Brigadir J menjelaskan juga jika benar anaknya itu tewas di rumah atasannya, seharusnya Ferdy Sambo selaku atasan yang langsung memberitahukan kabar kematian Brigadir J kepada pihak keluarga.

Kuasa Hukum Ricky Rizal: Brigadir J dan RR Memiliki Hubungan Baik

Kuasa Hukum Ricky Rizal: Brigadir J dan RR Memiliki Hubungan Baik

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Kuasa Hukum Ricky Rizal, Erman Umar mengatakan hubungan RR dengan Brigadir J ini baik. Erman Umar mengungkapbah bahawa ketika pulang dari Magelang, RR dengan Brigadir J pulang bersama dengan menggunakan satu mobil.

"Mereka tidak pernah berkonflik. Bahkan, ketika pulang dari Magelang mereka itu berada dalam satu mobil," ujar Kuasa Hukum Ricky Rizal Erman Umar.

Erman juga menanggapi soal tindakan RR yang mengambil senjata api milik Brigadir J dalam surat dakwaan. Ia menjelaskan bahwa itu merupakan asumsi, pengambilan senjata yang dilakukan RR pada saat itu adalah tindakan antisipasi.

"Pada kejadian di Magelang Kuat Ma'ruf sampai membawa pisau untuk mencegah Brigadir J, karena khawatir. RR mengambil senjata api milik Brigadir J dan di letakan di kamar anak Ferdy Sambo. Jadi, tindakan itu merupakan antisipasi. jelas Kuasa Hukum Ricky Rizal Erman Umar, Rabu (2/11/2022). 

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf: Keterangan Saksi Hari Ini Tidak Berdampak Signifikan

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf: Keterangan Saksi Hari Ini Tidak Berdampak Signifikan

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Sidang lanjutan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J menghadirkan 12 orang saksi dari pihak korban. Menurut Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Irwan Iriawan mengatakan, dalam persidangan kali ini tidak terlalu signifikan dampaknya terhadap kliennya karena saksi tidak pernah berhubungan kecuali Reza.

"12 orang saksi yang dihadirkan keseluruhannya merupakan keluarga dari Brigadir J dan rata-rata tidak kenal dengan Kuat Ma'ruf. Oleh karena itu, kita memang tidak banyak bertanya dan kita membatasi pertanyaan kepada Reza dan Vera. Jadi, kerterangan saksi pada saat ini tidak terlalu signifikan," ujar Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Irwan Iriawan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum akan hadirkan 12 orang saksi dari pihak korban, dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, (2/11/2022).

Kuasa Hukum Brigadir J Nilai Permintaan Maaf Ferdy Sambo Hanya Formalitas

Kuasa Hukum Brigadir J Nilai Permintaan Maaf Ferdy Sambo Hanya Formalitas

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Terdakwa Ferdy Sambo mengungkapkan permintaan maaf dalam sidang pembuktian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). Namun, menurut Pengacara Keluarga Brigadir J Yonathan Baskoro, permintaan maaf yang diucapkan oleh Ferdy Sambo itu tidak ihklas dan seperti formalitas saja.

"Jika ingin meminta maaf itu ya minta maaf saja, tidak perlu ada tapinya. Jadi, kita melihat ini seperti formalitas saja," ujar Pengacara Keluarga Brigadir J Yonathan Baskoro.

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar juga melihat hal yang sama dengan pengacara dari keluarga Brigadir J. Ia mengatakan pernyataan maaf yang diungkapkan Sambo itu adalah pernyataan yang tidak ikhlas.

Ketika Ferdy Sambo menekankan bahwa perbuatan yang dilakukan atas emosionalnya sampai akhirnya menembak. Hal ini tidak akan menggugurkan tuduhan bahwa Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana. Pasalnya Ferdy sempat menawarakan kepada kedua ajudannya untuk menembak.

"Ketika dia menawarkan kepada dua orang untuk menembak, itu sudah bisa disimpulkan sebagai perencanaan. Karena, ada waktu bagi Ferdy Sambo untuk berpikir apakah menembak atau tidak, begitu jadi untuk menembak perencanaann itu sudah terbukti dan dilakukan," ujar  Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar 

Sementara itu, Ibu dari Brigadir J Rosti Simanjuntak dalam persidangan mendesak agar handphone milik brigadir J agar dikembalikan. 

Menurut Pengacara Keluarga Brigadir J Yonathan Baskoro, handphone tersebut sangat perlu, karena, almarhum Brigadir J intens berkomunikasi dengan orang-orang yang terlibat dalam kasus ini. Handphone tersebut merupakan bukti materil yang dihilangkan.

Mengenai bukti materil yang dihilangkan, Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menjelaskan bahwa ini hanya fisiknya saja yang hilang, mengenai isi dari handphone tersebut itu bisa di cek melalui operator

"Soal handphone sebenarnya yang hilang kan perangkat kerasnya. Jadi, perangkat lunak seperti bukti percakapan itu bisa dilacak melalui operator. Sebetulnya jika penyidik agak mau rajin itu bisa di dapat rekamannya, terlebih ini dalam kerangka proses hukum," Jelas Fikar.

Pakar Mikro Ekspresi: Gestur FS dan PC Terlihat Masih Ada yang Ditutupi

Pakar Mikro Ekspresi: Gestur FS dan PC Terlihat Masih Ada yang Ditutupi

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Pakar Mikro Ekspresi Kirdi Putra mengatakan gestur yang diperlihatkan oleh Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat mendengarkan kesaksian dari orang tua Brigadir J, masih ada yang ditutupi. Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terlihat menunduk ketika orang tua Brigadir J sedang berbicara, sehingga dinilai menghindari paparan visual.

"Saya melihat ketika orang tua Brigadir J sedang berbicara, FS dan PC ini menunduk yang mengartikan menghindari paparan visual yang terjadi di antara mereka dengan kedua orang tua Brigadir J, dan biasanya ini gestur ini ditunjukan ketika memang ada yang masih ditutup-tutupi," ujar pakar mikro ekspresi Kirdi Putra, Selasa (1/11/2022). 

Sementara itu, ketika Putri Candrawathi menyampaikan permintaan maaf menurut Kirdi Putra, istri Ferdy Sambo tersebut menunjukan ekspresi yang benar-benar merasa sedih.

"Begitu dia membaca permohonan maafnya, tarikan dari samping kanan dan kiri, dari pinggir bibir menurun ke bawah itu artinya dia sedih dan itu ekspresi benar-benar sedih," jelas Kirdi Putra.

Selain itu, Kirdi Putra juga mengatakan bahwa kesaksian ART Ferdy Sambo, Susi di persidangan sebelumnya, jelas memperlihatkan perbedaan saat ia mengetahui sesuatu secara lugas atau mengarang cerita.

Ferdy Sambo & Putri Chandrawati Minta Maaf ke Orangtua Brigadir J, Pakar Hukum: Mereka Telah Akui Perbuatannya

Ferdy Sambo & Putri Chandrawati Minta Maaf ke Orangtua Brigadir J, Pakar Hukum: Mereka Telah Akui Perbuatannya

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengungkapkan permintaan maaf dan juga penyesalan dalam sidang pembuktin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). Permintaan maaf Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi secara tidak langsung bahwa mereka sudah mengakui kesalahannya. 

"Secara tidak langsung bahwa penyesalan dan juga permintaan maaf itu adalah sebuah bukti yang bersangkutan telah melakukan sebuah kesalahan," ujar Pakar Hukum Pidana Suparji Ahmad dalam Breaking News Metro Tv, Selasa (1/11/2022). 

Suparji Ahmad menambahkan proses pembuktian selanjutnya adalah menggali bagaimana membuktikan kesalahan dalam konteks pembunuhan berencana. Hal ini dikarenakan hakim dan jaksa sudah memiliki modal yang kuat bahwa para terdakwa sudah mengungkapkan penyesalan dan permintaan maaf atas apa yang dilakukan.

JPU Dalami Kedekatan Brigadir J dengan Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi

JPU Dalami Kedekatan Brigadir J dengan Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi

Breaking News • 1 month ago brigadir j

Jaksa Penuntut Umum (JPU) sedang mendalami bagaimana perilaku Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terhadap Brigadir J dalam kesaksian orang tua dari Nofriansyah Yosua Hutabarat di persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). Dalam persidangan, orang tua Brigadir J mengungkapkan bahwa Brigadir J mendapatkan perlakuan yang baik oleh Ferdy Sambo. 

Selain itu, Brigadir J disebut tidak pernah mengeluh tentang Ferdy Sambo maupun Putri Candrawathi. Brigadir J juga sempat melakukan video call dengan orang tuanya yakni Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak dengan menyorot Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Hal ini membuat hubungan kedua orang tua Brigadir J dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi cukup baik.

Menanggapi hal tersebut, Ferdy Sambo mengatakan keterangan yang disampaikan oleh keluarga Brigadir J betul adanya dan tidak ada bantahan.

Ibunda Brigadir J Menanti Ketulusan Hati Bharada E di Persidangan

Ibunda Brigadir J Menanti Ketulusan Hati Bharada E di Persidangan

Top News • 1 month ago brigadir j

Ibunda dari Brigadir J, Rosti Hutabarat mengatakan dirinya menunggu ketulusan dari Bharada E untuk mengungkapkan hal yang sebenar-benarnya di pengadilan. Ia mengatakan, hal ini karena biasanya jika seorang anak sudah bersujud di hadapan orang tuanya itu akan mengungkapkan isi hatinya.

"Kalau Bharada E sudah bersujud di hadapan saya sebagai Ibunda Almarhum Brigadir J, itu akan mengungkapkan isi hatinya yang tulus. Jadi, kami sebagai orang tua menunggu bukti ketulusan yang akan keluar dari mulut Bharada E untuk mengatakan apa yang sebenar-benarnya," ujar Rosti.

Rosti juga mengungkap ada satu pertanyaan yang ingin disampaikannya kepada Putri Candrawathi. 

"Apakah hati dia terbuat dari apa, apalagi dia seorang perempuan yang telah melahirkan anak dan Ferdy Sambo yang merupakan seorang perwira tinggi, seorang jenderal yang mengerti hukum tapi membiarakan anak itu sampai mati di depan mereka seperti itu dengan sadis dan kejinya. Hal itu perlu saya tanyakan nanti dalam kesaksian mereka," ujarnya. 

Sementara itu, kekasih dari Brigadir J Vera Simanjuntak mengatakan, dirinya tidak percaya dengan apa yang dituduhkan kepada Brigadir J. Karena Ia sangat mengenal Birgadir J.

"Saya tidak percaya, karena saya mengenal dia. Brigadir J merupakan orang yang begitu baik dan terlebih dia orang yang begitu hormat kepada orang tua," ucap Vera Simanjuntak. 

Vera juga menceritakan komunikasi terakhirnya dengan Brigadir J. Saat itu, Brigadir J bercerita sedang ada masalah bahkan sampai meneteskan air mata.

Kuasa Hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Yakin Bisa Patahkan Dakwaan Jaksa

Kuasa Hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Yakin Bisa Patahkan Dakwaan Jaksa

Top News • 1 month ago brigadir j

Setelah eksepsi para terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J ditolak, maka selanjutnya persidangan akan memasuki tahap pembuktian. Kuasa Hukum Terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yakin bisa mematahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Menurut pengamat hukum pidana Abdul Fickar Hadjar, ditolaknya eksepsi terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J bukan hal yang mengejutkan. Sebab, mayoritas eksepsi yang diajukan terdakwa memang ditolak hakim.

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa Putri Candrawathi Febri Diansyah menyatakan, menghormati putusan hakim yang menolak eksepsi terdakwa. Pihak terdakwa justru mengaku antusias menjalani sidang pembuktian yang akan digelar 1 November 2022.

"Tentu kami menghargai putusan hakim, karena memang sejak awal kami menyerahkan putusan sela ini sepenuhnya pada majelis hakim. Jika dicermati ada beberapa poin yang kami masukan dalam eksepsi itu dipandang majelis akan diuji dalam proses persidangan pokok perkara dan nantinya mulai persidangangan minggu depan kita akan mengecek fakta demi fakta," ujar Kuasa Hukum Terdakwa Putri Candrawathi Febri Diansyah.

Sidang pembuktian kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi akan digelar pada 1 November 2022. Selanjutnya, sidang dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal akan digelar 2 November 2022. 

Hendra Kurniawan Bantah Tuduhan Menghilangkan CCTV Kasus Brigadir J

Hendra Kurniawan Bantah Tuduhan Menghilangkan CCTV Kasus Brigadir J

Metro Hari Ini • 1 month ago brigadir j

Dua terdakwa kasus obsstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J yakni Hendra Kurniawan dan Agus Nur Patria menyatakan, mereka hanya melaksanakan perintah Ferdy Sambo untuk memeriksa serta mengamankan CCTV dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan. Keduanya juga mengaku tidak mengetahui isi dari CCTV seperti yang dituduhkan saksi dari anggota tim khusus Aditya Cahya.

"Kami tidak pernah tahu barangnya, apalagi isinya dan kami juga tidak pernah tahu siapa yang mengcopynya kemudian siapa yang menontonnya dan kami berdua dari awal  hanya melaksanakan perintah dari Ferdy Sambo untuk mengamankan CCTV," ujar terdakwa obsstruction of justice Hendra Kurniawan.

Menanggapi penyataan Hendra, pakar hukum pidana Jamin Ginting mengatakan, terdakwa bebas saja untuk mengatakan tidak terlibat, tetapi harus tetap harus dibuktikan keterangannya.

"Terdakwa bebas saja untuk menyatakan kalau dirinya tidak terlibat dalam suatu perbuatan tindak pidana, tetapi jangan lupa keterangannya tersebut justru harus dibuktikan nantinya dengan saksi-saksi yang akan akan dihadirkan," jelas Jamin Ginting.

Pakar Hukum Pidana Jamin Ginting juga menambahkan bantahan dari Hendra ini bisa menjadi salah satu pertimbangan yang memberatkan putusan nantinya. Karena terdakwa Hendra berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya.

Kuasa Hukum: Irfan Sulit Tolak Perintah Sambo

Kuasa Hukum: Irfan Sulit Tolak Perintah Sambo

Metro Hari Ini • 1 month ago brigadir j

Kuasa Hukum Terdakwa Obsstruction of Justice Irfan Widyanto Henry Yosodiningrat menyebut, tindakan kliennya mengganti CCTV adalah sebuah perintah dari atasan yang tidak bisa dibantah.

"Pun ada perintah dari Propam atau dari Paminal yang mengatakan, amankan dan koordinasikan dengan penyidik. Maka, yang dipahami oleh orang Reserse adalah ambil dan serahkan kepada penyidik. Jadi, apapun perintahnya dan dimaknai seperti itu dan dilaksanakan oleh terdakwa Irfan itu sah dan tidak salah," ujar Kuasa Hukum Irfan Widyanto.

Sementara itu, terdakwa lain Chuck Putranto dalam eksepsinya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan juga mengaku sulit menolak perintah Ferdy Sambo karena ia seoarang bawahan. Kedua kuasa hukum baik dari terdakwa Irfan dan Chuck menyebut adanya tekanan psiko-hierarki dari Ferdy Sambo membuat keduanya begitu sulit menolak perintah Sambo terlebih posisi Sambo sebagai Kadiv Propam.

AKBP Ari Cahya Mengaku Lihat Jenazah Brigadir J Tergeletak di Tangga

AKBP Ari Cahya Mengaku Lihat Jenazah Brigadir J Tergeletak di Tangga

Metro Hari Ini • 1 month ago brigadir j

Saksi Ari Cahya alias Acay mengaku melihat sesosok jenazah tergeletak di dekat tangga di Rumah Dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Dalam kesaksiannya, Ia juga mengaku mendapatkan penjelasan langsung dari Ferdy Sambo bahwa jenazah yang tergeletak adalah Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, karena tembak menembak dengan Richard Eliezer atau Bharada E.

"Pak FS menjelaskan bahwa itu Yosua," ujar Ari Cahya saat ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang Obsstruction of Justice di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).

Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto Lakukan Sidang Pembacaan Eksepsi

Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto Lakukan Sidang Pembacaan Eksepsi

Headline News • 1 month ago brigadir j

Terdakwa obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J yakni Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto membacakan eksepsi atau nota keberatan, Rabu (26/10/2022) malam. Pihak Chuck Putranto menilai dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya tidak lengkap. 

Kuasa Hukum Terdakwa Baiquni Wibowo menyatakan, kliennya tidak mengetahui mengenai kematian Brigadir J. Selain itu, Baiquni Wibowo juga mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui soal konstruksi yang disebarkan oleh Ferdy Sambo.

Menurut Kuasa Hukum Baiquni, hal ini yang menjadi dasar pihaknya meminta kepada Majelis Hakim untuk memproses kasus ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terlebih dahulu. Sebab, apabila terbukti ada penyalahgunaan sebagai aparat pemerintah untuk dididentifikasi apakah perbuatan kliennya melawan hukum atau tidak. 

Irfan Bantah Kesaksian Satpam Kompleks Rumah Sambo Soal Dalih Penggantian DVR CCTV

Irfan Bantah Kesaksian Satpam Kompleks Rumah Sambo Soal Dalih Penggantian DVR CCTV

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Pengacara terdakwa AKP Irfan Widyanto, Henry Yosodiningrat membantah kliennya menghalang-halangi untuk melapor ke Ketua RT hingga pergantian DVR CCTV untuk kualitas lebih baik. Henry menyebut ada ketidaksesuaian keterangan saksi Zapar dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dengan kesaksian di persidangan.

"Apa yang saya gali fakta-fakta persidangan, jangan lagi ada yang melintir-melintir dan berhalusinasi tingkat dewa mengatakan bahwa ini dihalangi dan diancam, padahal kita sudah dengar kok mereka memberikan kesempatan tiga jam kemudian mereka tidak ada ancaman. Jadi, kita sama-sama menjadi saksi dalam perkara ini," ujar Pengacara Terdakwa AKP Irfan Widyanto henry Yosodiningrat.

Eksepsi Ditolak, Sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Eksepsi Ditolak, Sidang Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Primetime News • 1 month ago brigadir j

Majelis hakim menolak eksepsi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Dalam amar putusan sela yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santosa hakim menilai bahwa dakwaan jaksa sudah disusun sesuai dengan ketentuan. Menurut Hakim, keberatan pihak terdakwa dinilai tidak masuk lingkup eksepsi. 

Sidang putusan sela Sambo dan Putri dilakukan secara terpisah. Sidang sambo digelar terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan Putri. 

Hakim menjadwalkan sidang selanjutnya pada Selasa, 1 November 2022, baik untuk Sambo maupun Putri. Agenda sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. 

Eksepsi Ditolak, Pengacara PC: Kita Uji Fakta Demi Fakta Ditahap Pembuktian

Eksepsi Ditolak, Pengacara PC: Kita Uji Fakta Demi Fakta Ditahap Pembuktian

Metro Hari Ini • 1 month ago brigadir j

Majelis hakim telah menolak eksepsi dari empat terdakwa dan sidang akan berlanjut ke tahap pembuktian. Mekipun eksepsi ditolak, menurut Kuasa Hukum Putri Candrawathi Febri Diansyah poin-poin yang diajukan akan diuji pada persidangan pekan depan. Febri Diansyah akan menguji fakta demi fakta dalam persidangan. 

"Beberapa point yang kami masukan ke dalam eksepsi akan diuji dalam persidangan di pokok perkara. Jadi, nanti kita akan menguji fakta demi fakta dalam persidangan minggu depan di tahap pembuktian," ujar Kuasa Hukum Putri Candrawathi Febri Diansyah, Rabu (26/10/2022).

Pada sidang tahap pembuktian pekan depan Febri mengatakan, tidak ada persiapan khusus pihak kuasa hukum hanya mempelajari berkas-berkas yang sudah ada. Hal ini karena pihaknya merasa berempati dan turut berduka terhadap keluarga korban. 

"Tidak ada persiapan khusus, karena kami sangat berempati dan juga turut berduka terhadap keluarga korban. Jadi, kami hanya mempelajari berkas yang sudah," ujarnya.

Febri Diansyah juga menambahkan, pihaknya berharap pada persidangan pekan depan jangan sampai peristiwa yang terjadi di persidangan sebelumnya terjadi lagi. Seperti adanya tuduhan baru seolah-olah Putri Candrawathi juga ikut menembak.  

PN Jaksel Gelar Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Brigadir J Hari Ini

PN Jaksel Gelar Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Brigadir J Hari Ini

Metro Xinwen • 1 month ago Brigadir J

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan agenda putusan sela pembacaan dakwaan terhadap ke tujuh terdakwa oleh JPU, Rabu (26/10/2022). 
 
Putusan sela menentukan apakah hakim akan memeriksa eksepsi pokok perkara dan melanjutkan sidang atau menerima eksepsi dari terdakwa Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto. Selanjutnya akan digelar sidang obstruction of justice terhadap Irfan Widyanto, Chuck Putranto dan Baiquni Wibowo.